Home / Headline / Hasil Survei IPO Institute: Desember Posisi   Panca-Ardani Makin Teratas

Hasil Survei IPO Institute: Desember Posisi   Panca-Ardani Makin Teratas

BP/DUDY OSKANDAR
Lembaga Survei IPO Institute kembali merilis hasil survei jelang Pilkada Kabupaten Ogan Ilir 9 Desember 2020 di The Zuri Hotel Transmart, Palembang, Senin (4/12).

Palembang, BP

Lembaga Survei IPO Institute kembali  merilis hasil survei jelang Pilkada Kabupaten Ogan Ilir 9 Desember 2020 di The Zuri Hotel Transmart, Palembang, Jumat (4/12).

Hingga Desember posisi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati  Ogan Ilir (OI) nomor urut 1 Panca Wijaya Akbar-Ardani makin teratas dibandingkan pasangan calon bupati dan Wakil Bupati OI nomor urut 2  Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak.

Direktur Eksekutif IPO Institute Ahmad Muhaimin Msi mengatakan,  populasi survei ini adalah seluruh warga negara  Indonesia di Kabupaten Ogan Ilir yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan dan telah terdaftar sebagai pemilih tetap.

“Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 400 responden, dengan metode stratified random sampling, dan memiliki toleransi kesalahan (Margin of Error MOE) kurang lebih 4,9% pada tingkat kepercayaan (Conviden Level) 95%. Sampel berasal dari 16 Kecamatan di Kabupaten,” kata  Sekretaris Umum Asosiasi Lembaga Survei dan Hitung Cepat Indonesia (ALSHCI) ini.

Menurutnya, Ogan Ilir yang diambil secara proporsional. Responden terpilih diwawancarai dengan tatap muka oleh Pewawancara berstatus mahasiswa yang telah dilatih.

“Semua Populasi Pemilih di Ogan Ilir memiliki kesempatan sama untuk terpilih sebagai Responden. Periode survei: 29-1 November-Desember 2020. Entry data dan Analisis: 1-2 Desember 2020,” kata Dosen FISIP UIN Raden Fatah Palembang ini.

 

Dan dari hasil temuan survei menurutnya, angka pengetahuan seputar Pilkada Kabupaten Ogan Ilir terbilang sudah sangat tinggi. Mayoritas mengetahui perhelatan Pilkada 9 Desember mendatang.

Sebanyak 96,25% menyatakan akan ikut berpartisipasi menyalurkan suara ke TPS, 2,00% Tidak berniat datang ke TPS. 1,75% Tidak memberikan tanggapan. Jika kondisi tersebut bisa bertahan hingga hari H, maka dapat dibilang bahwa Demokrasi di Ogan Ilir akan semakin Positif.

“Preferensi popularitas petahana terbilang sudah paling maksimal dengan angka 99,75%, namun yang menyatakan suka dengan petahan hanya 59,50%. Disusul popularitas penantang Panca Wijaya Akbar sebesar 92,00% dan disukai oleh 70,25% responden. Kemudian Ardani meraih popularitas 62,50% dengan disukai 42,50%, terakhir Endang PU Ishak dengan popularitas 59,75% dan disukai oleh 37,00% responden,” katanya.

Secara keseluruhan menurutnya, pasangan Panca-Ardani sangat diuntungkan karena aspek akseptabilitas Cabup dan Cawabup lebih unggul dibandingan Ilyas dan Endang.

“Secara terbuka dan spontan (Top of Mind), Secara terbuka dan spontan, sebanyak 57.50% rcsponden menyebutkan akan memilih pasangan Panca-Ardani. 33,00% menyebutkan akan memilih pasangan Ilyas-Endang. Tersisa 9,50% responden yang belum memberikan jawaban,” katanya.

Lalu, pada simulasi elektabilitas Tertutup, pasangan Panca-Ardani semakin menguat di angka 60,5096 dukungan.

“Begitu juga pasangan Ilyas-Endang juga bertambah sedikit menjadi 33,50%. Menan’knya responden yang tidak menjawab hanya 6,00%. Secara statistik sudah bisa diambil kesimpulan Panca-Ardani akan melenggang sebagai Bupati-Wakil Bupati terpilih,” katanya.

Dan pada, peta elektoral makin jelas pada indikator bahwa hanya 35,00% responden setuju kepemimpinan Ilyas Panji Alam dilanjutkan untuk 2 Periode. Data ini mengonflrmasi bahwa elektabilitas Ilyas-Endang tidak akan jauh bergeser dari angka 35,00% yang semula meraih keterpilihan pada pertanyaan tertutup sebesar 33,50%. Artinya juga dari margin of error survei ini perolehan dukungan ke petahana tidak akan lebih dari 40% pada saat survei dilakukan.

“7 hari terhitung dari survei selesai dilakukan jelang Pilkada 9 Desember 2020, peta elektoral sudah semakin jelas terlihat, siapa yang akan terpilih sudah bisa diprediksi. Posisi petahana terancam. Secara llmiah, temuan survei memperlihatkan bahwa Panca Ardani yang akan tampil sebagai pemenang pilkada Ogan llir 9 Desember 2020 mendatang. Dalam kurun waktu yang sangat singkat, sulit bagi semua kandidat termasuk petahana dan penantang untuk mengubah peta yang ada,”katanya.

Selain itu menurutnya, tentu saja dengan tindakan khusus seperti politik uang bisa mengubah situasi dari apa yang terekam dalam survei. Namun perubahan yang terjadi tidak akan signifikan, apalagi jika masing-masing kandidat sama-sama all out di menit-menit terakhir.#osk

 

 

 

 

 

 

x

Jangan Lewatkan

Terkait Pengrusakan Pondok Mesudji di Yogyakarta, Pekan Depan Komisi I DPRD Sumsel Undang BPKAD

Palembang, BP Buntut dari aksi massa yang melakukan pengrusakan Pondok Mesudji di kota Yogyakarta yang terjadi beberapa waktu yang lalu ...