Home / Headline / 10 Terdakwa Dalam Perkara Arena Judi Baccarat Disidang

10 Terdakwa Dalam Perkara Arena Judi Baccarat Disidang

BP/IST
Sepuluh pegawai arena perjudian Baccarat di Taman Kenten yang telah ditetapkan sebagai terdakwa ini kembali menjalani persidangan di ruang sidang Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus Kota Palembang, Jumat (27/11).

Palembang, BP

Sepuluh pegawai arena perjudian Baccarat di Taman Kenten yang telah ditetapkan sebagai terdakwa ini kembali menjalani persidangan di ruang sidang Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus Kota Palembang, Jumat (27/11).

Identitas kesepuluh terdakwa tersebut yakni, YS sebagai Admin penukar chip Baccarat, SV sebagai pengawas dan mengurusi konsumsi karyawan, AS, EK juru parkir dan membuka menutup gerbang arena perjudian, JH alias Aguan pengacak kartu, FR alias Nando, DL, ML, AR sebagai Poly atau pembagi kartu, dan HM sebagai juru tulis.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Yohanes Panji Prawoto ini beragendakan mendengarkan keterangan sepuluh terdakwa tersebut secara teleconference.

Dalam sidang tersebut, para terdakwa saling memberikan kesaksiannya dihadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Anwar SH dan Majelis Hakim.

Dari pantauan Intens.news, majelis hakim mendengarkan keterangan terdakwa secara berkelompok, yakni dibagi menjadi 2 kelompok oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang.

Kesepuluh terdakwa tersebut dihadapan majelis hakim menyatakan bahwa mereka ditangkap Agustus 2020 bertempat di salah satu rumah di Taman Kenten dekat Komplek Garuda Kecamatan Ilir Timur II Palembang.

Salah seorang terdakwa Ys yang merupakan admin penukar chip baccarat mengatakan pada majelis hakim, bahwasanya dalam arena permainan judi tersebut, satu meja itu berisi 9-10 pemain. Dimana setiap pemain taruhannya adalah uang dalam bentuk chip.

“Menang atau kalahnya berdasarkan untung-untungan yang mulia. Kartu 9 adalah kartu paling tinggi,” katanya.

Ia juga menjelaskan, cip itu memiliki berbagai nilai, mulai 500 ribu rupiah hingga puluhan juta. Tiap tamu yang masuk harus seizin pengawas dan dilihat dari BG mobil.

“Waktu polisi datang ada 10 orang pemain yang ikut ditangkap, dan ikut diamankan,” katanya.

Selain terdakwa Ys, salah seorang karyawan yang kini menjadi terdakwa SV mengatakan, jika dirinya bertugas untuk menyiapakan permen, nasi, rokok untuk karyawan arena judi tersebut.

Dalam keteranganny juga ia mengatakan, usaha arena judi itu adalah milik Asuandi alias Acit yang juga bertindak sebagai pemodal (bandar).

“Pada saat ditangkap polisi, selain kami ada sekitar 10 orang lagi ikut diamankan bersama kami yang merupakan pemain . Namun tidak tahu sekarang kemana. Sementara pemilik usaha sekaligus bandar bernama Acit kabur dan infonya dua hari kemarin berhasil ditangkap,” katanya.

Menurutnya, arena judi ini buka setiap hari, mulai pukul 16.00-21.000, dimana dirinya diupah sebasar 100rb perharinya.

Sidang yang berjalan pada Jum’at siang tersebut, ditutup oleh majelis hakim yang mengatakan jika sidang akan dilanjutkan pada minggu depan dengan agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum.#osk

x

Jangan Lewatkan

Polrestabes Palembang Musnahkan Klanpot Suara Besar

Palembang, BP Satlantas Polrestabes Palembang berhasil mengamankan ratusan kendaraan roda dua yang memakai knalpot bersuara besar dalam razia yang dilakukan. ...