Home / Headline / Mendikbud Nadiem Makarim: Pandemi Covid-19 Menempa Mental dan Budaya Inovasi

Mendikbud Nadiem Makarim: Pandemi Covid-19 Menempa Mental dan Budaya Inovasi

Nadiem Anwar Makarim

Jakarta, BP–Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan
Pandemi Covid-19 jadi Laboratorium Bersama yang menempa mental dan budaya inovasi
“Selalu ada hikmah dari setiap peristiwa, termasuk di tengah pandemi Covid-19. Oleh karena itu, saya mendorong agar seluruh insan pendidikan menjadikan situasi pandemi sebagai laboratorium bersama untuk menempa mental pantang menyerah dan mengembangkan budaya inovasi, “ujar Nadiem di Jakarta, Rabu (25/11).
Menurut Mendikbud, pandemi juga mengajarkan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan bahu-membahu, bergotong-royong, dan berkolaborasi mengatasi kompleksitas situasi yang tidak terbayangkan sebelumnya.
Lebih lanjut Nadiem menegaskan, saat ini orang tua begitu aktif terlibat mendampingi anaknya, bahu-membahu memotivasi dan menemani belajar serta turut menjadi guru bagi anak-anaknya di rumah. Jutaan guru dan orang tua giat dalam ribuan webinar dan pelatihan daring, mencari solusi terbaik yang menunjang pembelajaran.
“Sikap positif ini, semangat pantang menyerah dan gotong-royong adalah sebuah keteladanan untuk anak-anak kita, murid-murid kita, para penerus bangsa. Kepada semua pihak, lanjutkan kolaborasi yang telah terbentuk dengan baik,” tuturnya.
Nadiem menambahkan, pandemi telah memberikan kita momentum untuk memetik pelajaran berharga dalam mengakselerasi penataan ulang sistem pendidikan guna melakukan lompatan dalam menghasilkan SDM unggul untuk Indonesia maju,”kata Nadiem.
Komitmen Kemendikbud perjuangkan hak pendidik lanjut dia,
Guru adalah profesi mulia dan terhormat.oleh sebab itu Kemendikbud sejak awal berkomitmen dan sungguh-sungguh memperjuangkan hak pendidik. Mulai dari rekrutmen guru aparatur sipil negara (ASN), mengembangkan pendidikan, meningkatkan profesionalisme, dan meningkatkan kesejahteraan guru.
Dijelaskan Nadiem, Kemendikbud berupaya memperjuangkan guru-guru honorer. Melalui seleksi demokratis, guru yang berstatus non PNS dapat menjadi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Kuotanya cukup besar sesuai kebutuhan masing-masing daerah. Kami mohon doa Bapak dan Ibu guru agar semua langkah ini berjalan baik dan lancar,” ucapnya.
Dikatakan, berbagai kebijakan dijalankan Kemendikbud di masa pandemi ini. Di antaranya, bantuan kuota data internet; fleksibilitas penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS); pengalokasian BOS Afirmasi dan BOS Kinerja untuk penanganan Covid-19 di sekolah negeri dan sekolah swasta; bantuan subsidi upah untuk guru dan tenaga kependidikan non-PNS; kurikulum darurat; program Guru belajar; laman guru berbagi; program belajar dari rumah di TVRI; dan seri webinar masa pandemi.
Upaya ini dilakukan untuk menempatkan profesi guru pada tempatnya yang mulia dan terhormat. Mereka telah mempersembahkan pengorbanan yang besar dalam hal waktu, tenaga, bahkan bagian dari hidupnya demi murid-muridnya. “Terima kasih, telah menjadi pelukis masa depan dan peradaban Indonesia,” papar Nadiem.
Selamat Hari Guru Nasional Tahun 2020.
Teruslah bangkitkan semangat dan bersatu untuk anak-anak Indonesia.#duk

x

Jangan Lewatkan

Dodi Reza Ajak Warga Muba Doa Bersama Harapkan Muba dan Indonesia Terhindar dari Bencana

Gelar Istighotsah dan Berdoa untuk Muba dan Indonesia LANTUNAN doa dan shalawat terdengar jelas di Masjid Jami’ An-Nur Sekayu, Jumat ...