Home / Headline / Angkutan Batubara Dinilai Tak Berkontribusi untuk Daerah, Spanduk Save Ampera Terpasang Di Jembatan Ampera

Angkutan Batubara Dinilai Tak Berkontribusi untuk Daerah, Spanduk Save Ampera Terpasang Di Jembatan Ampera

BP/IST
Aripin Kalender dengan spanduk Save Ampera

Palembang, BP

Prihatin dengan terus terjadinya insiden tertabraknya Jembatan Ampera oleh tongkang bermuatan barubara, Ketua Masyarakat Miskin Kota (MMK) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) , Arifin Kalender membentangkan spanduk berukuran 10 x 1,5 meter persegi bertuliskan Save Ampera kepada tugboat dan tongkang batubara yang melintas di Jembatan Ampera, Rabu (25/11) pagi.

Aripin mendesak instansi terkait untuk menyetop sementara waktu operasional tongkang batubara yang melintasi alur Sungai Musi.

“Ini aksi spontanitas buah dari keprihatinan kami selaku warga Kota Palembang. Yang miris sekaligus sedih melihat icon kebanggaan Kota Palembang ini terus-terusan tertabrak tongkang bermuatan batubara,” ungkap Arifin saat melakukan aksinya di atas Jembatan Ampera.

Berkaca akan insiden terkini tertabraknya salah satu tiang Jembatan Ampera oleh tongkang bermuatan batubara milik PT Titan, salah satu perusahaan eksplorasi batubara yang beroperasi di wilayah Sumsel pada Rabu, 4 November 2020 silam.

Meski tidak sampai mengakibatkan kerusakan berarti, namun insiden yang terjadi untuk kesekian kalinya tak ayal menuai keprihatinan elemen masyarakat.

“Kurun beberapa tahun terakhir kian hari, angkutan batubara yang melewati alur Sungai Musi antara 10 hingga 15 tongkang batubara dengan kapasitas mulai 5.000 ton hingga 7.000 ton , disini kita lihat perjam mereka melewati Sungai Musi. Di sepanjang alur Sungai Musi kita ketahui ada beberapa jembatan yang harus dilalui oleh tongkang batubara tersebut mulai dari Jembatan Musi II, Jembatan Duplikat Musi II , Jembatan Musi VI, Jembatan Ampera, tiang LRT dan Jembatan Musi IV ada 6 jembatan yang harus mereka lalui,” kata  Arifin.

 

BP/DUDY OSKANDAR Angkutan Batubara melintas di Jembatan Ampera dimana spanduk Save Ampera ikut terpasang

Menurut Arifin dari informasi yang didapatkannya, di tiap Jembatan si pemilik barubara diharuskan membayar biaya retribusi angkutan senilai puluhan juta rupiah.

Dan yang harus diawasi menurutnya adalah Jembatan Ampera, karena jembatan tersebut adalah jembatan bersejarah, apalagi selama ini Jembatan Ampera sering ditabrak tongkang batubara

Pihaknya mendesak pemerintah untuk berani menghentikan angkutan batubara melintasi di Sungai Musi , karena Jembatan Ampera ini harus di selamatkan .

“Distop, silahkan mereka berpikir bagaimana mereka mengangkut batubara apa, melalui track baru Tanjung Api-Api pakai kereta, karena kita lihat pemerintah berani menstop angkutan batubara di jalan raya , sekarang kita minta pemerintah menghentikan angkutan batubara di Sungai Musi,” katanya.

Menurutnya kondisi Jembatan Ampera sangat rawan ketika di tabrak angkutan batubara dan roboh siapa yang mau bertanggungjawab.

“ Disini ada pandu , angkutan batubara ini ditarik retribusi yang nilainya besar yang mereka lalui per jembatan pertongkang , ini jelas ada tarik menarik antara pelabuhan dan angkutan batubara,” katanya. Informasi ini menurut Aripin dia dapatkan dari nara sumber yang dapat dipercaya.

Dan jika pemerintah tidak menyikapi tuntutan ini , maka pihaknya akan turun kejalan untuk menghentikan angkutan batubara di Sungai Musi.#osk

 

x

Jangan Lewatkan

Ketua KPU Sumsel Meninggal Dunia

Palembang, BP Kabar duka, telah meninggal dunia Ketua KPU Sumsel, Dra Kelly Mariana, Minggu (17/1) pagi di RS charitas Palembang. ...