Ultimate magazine theme for WordPress.
BI

Stop Angkutan Batubara Melintasi di Sungai Musi, Selamatkan Jembatan Ampera

BP/IST
Ketua Masyarakat Miskin Kota (MMK) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Aripin Kalender saat membelakangi angkutan batubara yang tengah kosong.

Palembang, BP

Ketua Masyarakat Miskin Kota (MMK) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Aripin Kalender mendesak Pemerintah Daerah baik Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota untuk menghentikan aktivitas angkutan barubara yang melintas Sungai Musi yang selama ini sering menabrak Jembatan Ampera.

“Dalam beberapa tahun terakhir yang kita lihat , semakin hari, perhari yang dilalui angkutan batubara membawa batubara perhati sekitar 10  sampai 15 tongkang batubara yang isinya mulai rata-rata mulai 5000 ton sampai 7000 ton , disini kita lihat perjam mereka melewati Sungai Musi, di Sungai Musi kita ketahui ada beberapa jembatan  yang harus dilalui oleh tongkang batubara tersebut mulai dari Jembatan Musi II,  Jembatan Duplikat Musi II , Jembatan Musi VI, Jembatan Ampera, tiang LRT dan Jembatan Musi IV ada  6 jembatan yang harus mereka lalui,” katanya, Selasa (24/11).

Dan yang harus diawasi menurutnya adalah Jembatan Ampera, karena jembatan tersebut adalah jembatan bersejarah, apalagi selama ini Jembatan Ampera sering ditabrak tongkang batubara

Baca:  Massa MMK Tuntut Transparansi Anggaran Covid-19 Kota Palembang Tahun 2020-2021

Pihaknya mendesak pemerintah untuk berani menghentikan angkutan batubara melintasi di Sungai Musi , karena Jembatan Ampera ini harus di selamatkan .

“Distop, silahkan mereka berpikir bagaimana mereka mengangkut batubara apa, melalui  track baru Tanjung Api-Api pakai kereta, karena kita lihat pemerintah berani menstop angkutan batubara di jalan raya , sekarang kita minta pemerintah menghentikan  angkutan batubara di Sungai Musi,” katanya.

Baca:  Massa MMK Laporkan Temuan Dana Hibah untuk ICW Sebesar Rp96 M ke Kejati Sumsel

Menurutnya kondisi Jembatan Ampera sangat rawan ketika di tabrak angkutan batubara dan roboh siapa yang mau bertanggungjawab.

“ Disini ada pandu , angkutan batubara ini ditarik retribusi yang nilainya besar yang mereka  lalui per jembatan pertongkang  , ini  jelas ada tarik menarik antara pelabuhan dan angkutan batubara,” katanya. Informasi ini menurut Aripin dia dapatkan dari nara sumber yang dapat dipercaya.

Dan jika pemerintah tidak menyikapi tuntutan ini , maka pihaknya akan turun kejalan untuk menghentikan angkutan batubara di Sungai Musi.

Baca:  Arifin Kalender Desak Komnas HAM Evaluasi Kinerjanya

Sebelumnya Angkutan batubara di Sumatera Selatan bukan hanya mengganggu transportasi di jalan darat namun juga di sungai.  Sungai Musi yang panjangnya sekitar 750 kilometer, pun tak luput dari aktifitas angkutan batubara yang menggunakan kapal tongkang.

Selama 12 tahun terakhir, sudah beberapa kali tiang jembatan Ampera yang berada di Palembang ditabrak kapal tongkang bermuatan batubara, termasuk tiang pancang Jembatan Musi IV yang menyebabkan penyelesaian pembangunannya terancam mundur dari target awal 2018.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...