RAPBD 2021 Sumsel ditetapkan Rp10,8 Triliun

5

BP/DUDY OSKANDAR
DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  menggelar rapat paripurna dengan agenda penandatanganan  nota kesepakatan  bersama  antara Pemerintah Provinsi Sumsel  dengan DPRD Sumsel  tentang Kebijakan Umum  APBD (KUA) dan Prioritas dan Plapon Anggaran Sementara (PPAS)  APBD Provinsi Sumsel  Tahun Anggaran (TA) 2021, Senin (23/11).

Palembang, BP

DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  menggelar rapat paripurna dengan agenda penandatanganan  nota kesepakatan  bersama  antara Pemerintah Provinsi Sumsel  dengan DPRD Sumsel  tentang Kebijakan Umum  APBD (KUA) dan Prioritas dan Plapon Anggaran Sementara (PPAS)  APBD Provinsi Sumsel  Tahun Anggaran (TA) 2021, Senin (23/11).

Rapat paripurna di pimpin Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati didampingi jajaran Wakil Ketua DPRD Sumsel dan di hadiri Gubernur Sumsel H Herman Deru dan jajaran.

Berdasarkan Nota Kesepakatan KUA-PPAS yang telah ditandatangani bersama maka Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2021 ditetapkan sebesar Rp.10.831.506.013.692,70, mengalami kenaikan sebesar Rp.49.501.287.288,00. atau 0,46% dari Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp. 10. 782. 004. 726. 404, 70.

Dengan rincian

  1. Pendapatan

Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp.10.205.021.421.649,00, mengalami peningkatan sebesar Rp.280.139.328.550,25 atau 2,82% jika dibandingkan dengan Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp.9.924.882.093.098,75.

  1. Belanja
Baca:  Di HUT Ke-14 Partai Hanura, Hanura Sumsel Tidak Mau Gagal di Pileg 2019 Akibat Konflik Internal

Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp.10.729.096.013.692,70, mengalami peningkatan sebesar Rp.66.206.188.840,00 atau 0,62% jika dibandingkan dengan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp.10.662.889.824.852,70

 

  1. Pembiayaiaan Daerah

1) Penerimaan Pembiayaan

Tahun Anggaran 2021 Rp.626.484.592.043,70 menurun sebesar Rp.230.638.041.262,25 atau 26,91% jika dibandingkan dengan Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp.857.122.633.305,95.

 

2) Pengeluaran Pembiayaan

Tahun Anggaran 2021 Rp.102.410.000.000,00 menurun sebesar Rp.16.704.901.552,00 atau 14,02% jika dibandingkan dengan Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp.119.114.901.552,00.

“ Penjelasan uraian pendapatan, belanja, dan pembiayaan sebagaimana dijelaskan diatas secara rincl dapat dicermati didalam penjabaran RAPBD Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2021,” kata Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam  sambutannya.

Menurutnya , keberhasilan pencapaian sasaran utama dan prioritas pembangunan nasional sangat tergantung pada sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dan antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota yang disesuaikan dengan Visi dan Misi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2018-2023 yaitu “Sumatera Selatan Maju Untuk Semua”, yang dijabarkan dalam 5 (lima) Misi, yaitu :

  1. Membangun Sumatera Selatan berbasis ekonomi kerakyatan, yang didukung sektor pertanian, industri, dan UMKM yang tangguh untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan baik di perkotaan maupun di perdesaan;
  2. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), baik laki-laki maupun perempuan, yang sehat, berpendidikan, profesional, dan menjunjung tinggi nilainilai keimanan, ketaqwaan, kejujuran, dan integritas;
  3. 3. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme dengan mengedepankan transparansi dan akuntabmtas yang didukung aparatur pemerintahan yang Jujur, berintegritas, profesional, dan responsif.
  4. Membangun dan meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur, termasuk infrastruktur dasar guna percepatan pembangunan wilayah pedalaman dan perbatasan, untuk memperlancar arus barang dan mobilitas penduduk, serta mewujudkan daya saing daerah dengan mempertimbangkan pemerataan dan keseimbangan daerah.
  5. Meningkatkan kehidupan beragama, seni, dan budaya untuk membangun karakter kehidupan sosial yang agamis dan berbudaya, dengan ditopang fisik yang sehat melalui kegiatan olahraga, sedangkan pengembangan pariwisata berorientasi pariwisata religius.
Baca:  Dua orang Saksi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Masjid Raya Sriwijaya

Mempedomani misi pembangunan tersebut dalam mewujudkan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, maka pada tahun 2021 ini Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memprioritaskan pembangunan pada hal berikut ini :

  1. Percepatan Penurunan Kemiskinan, Pembangunan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia
  2. Pemulihan Ekonomi yang Inkluslf didukung oleh Kualitas Infrastruktur, UMKM, Investasi, Industrl, Kebudayaan dan Pariwisata
  3. Peningkatan Produktivltas Pertanian, Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup dan Ketahanan Bencana
  4. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik , Stabilitas Keamanan dan Kehidupan Beragama.
Baca:  Pasien Covid-19 di Sumsel Bertambah Jadi 2.899

Sedangkan Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati mengatakan, rapat paripurna ditunda hingga Selasa (24/11) dengan agenda  pemandangan umum fraksi-fraksi di DPRD Sumsel .#osk