Home / Headline / KOPZIPS Banyak Temukan Makam Kuno di Palembang

KOPZIPS Banyak Temukan Makam Kuno di Palembang

BP/IST
Minggu (22/11)  bertepatan dengan 7 Rabi’ul Akhir 1442 hijriah, empat orang senior di KOPZIPS (Komunitas Pecinta Ziarah Palembang Darussalam dan Sumatera Selatan)  terdiri dari Kms Muhamad Setiawan akrab dipanggil Cek Wan, Kgs  Muhammad Irfan Zen, Kgs Haris Fadilah, dan Ibrahim Arbain kembali melakukan ekspedisi ziarah sebagaimana agenda rutinan KOPZIPS sebelumnya.

Palembang, BP

Minggu (22/11)  bertepatan dengan 7 Rabi’ul Akhir 1442 hijriah, empat orang senior di KOPZIPS (Komunitas Pecinta Ziarah Palembang Darussalam dan Sumatera Selatan)  terdiri dari Kms Muhamad Setiawan akrab dipanggil Cek Wan, Kgs  Muhammad Irfan Zen, Kgs Haris Fadilah, dan Ibrahim Arbain kembali melakukan ekspedisi ziarah sebagaimana agenda rutinan KOPZIPS sebelumnya.

Kegiatan dimulai dengan berkumpul di titik kumpul belakang Palembang Indah Mall (PIM), lalu bertolak menuju Makam Kramat di depan rumah susun yang belum diketahui identitasnya, di makam depan rumah susun ini terdapat 3 buah makam yang sama sekali belum terlacak identitasnya, namun diakui oleh warga sekitar sebagai makam tokoh besar yang agung.

Setelah itu rombongan KOPZIPS menuju makam Datuk Aqib dan makam Syekh Muhammad Azhari yang terletak di jalan kapten cek syekh, banyak makam kuno yang terdapat di dua komplek makam yang tidak berjauhan ini. Kedua tokoh ini dan tokoh-tokoh yang di makamkan di dua ungkonan makam ini adalah tokoh Ulama besar Palembang Darussalam di masanya.

Selanjutnya rombongan KOPZIPS menuju makam Buyut Cili yang terletak di samping lapangan Hasyim Ning, Buyut Cili merupakan tokoh yang cukup berpengaruh di masa kesultanan Palembang Darussalam.

Setelah itu rombongan KOPZIPS bertolak menuju komplek pemakaman Cina Muslim yang terletak tidak jauh dari masjid Raya Taqwa, tepatnya di depan mini market Alfamart.

Ungkonan makam cina muslim ini merupakan ungkonan makam yang cukup bersejarah dilihat dari fisik makamnya, gapura dan pagar ungkonan ini persis seperti ungkonan makam keluarga Kesultanan Palembang Darussalam yang lainnya, begitupun dengan nisan dan jirat ketiga makam di ungkonan ini, dua makam yang bernisan dan berjirat terbuat dari kayu unglen bergaya Demak Troloyo seperti makam di Sabo Kingking,yang penuh dengan ukiran bermotif cantik, serta terdapat nama dan keterangan mengenai sang ahlul qubur.

Kedua makam terletak di dalam pagar dan gapura ungkonan, sedangkan di luar pagar ungkonan terdapat satu makam lagi dengan gaya yang sama yaitu Demak Troloyo dan terbuat dari batu granit yang juga terdapat keterangan tentang tokoh yang bersemayam di sana.

“Menurut penuturan dari juru kunci makam, dua makam yang di dalam cungkup bernama Mansur dan Halimah, sedangkan yang di luar cungkup bernama Fatimah. Sangat menarik untuk mengkaji dan meneliti ungkonan bersejarah ini yang belum banyak diketahui,” kata Kms Muhamad Setiawan.

Selanjutnya , rombongan KOPZIPS melanjutkan ekspedisi ziarah ke Ungkonan Kramat Syekh Abdurrahman Aceh yang terletak di Makrayu, di ungkonan ini terdapat makam kramat Syekh Abdurrahman asal Aceh yang nisannya bertipe Aceh, dan makam hulubalang yang nisannya bertipe melayu, dan beberapa makam tua bernisan tipe melayu dan nisan batu kali.

Lalu, rombongan KOPZIPS melanjutkan ziarah ke Makam Syuhada’ Wanita (Syahidah) atau pahlawan pejuang pada pertempuran lima hari lima malam di lorong pahlawan 30 Ilir, yaitu makam Almarhumah Asy-Syahidah Siti Aminah , dahulu di sekitar makam ini banyak terdapat makam pahlawan pejuang perang lima hari lima malam, namun kesemuanya telah dipindahkan ke taman makam pahlawan Kesatria Ksetra Siguntang , yang tersisa hanya satu makam inilah yang tidak dipindahkan karena permintaan ahli waris.

Selanjutnya, rombongan KOPZIPS berziarah ke 2 buah makam kramat di daerah Serengam 30 Ilir, yang bertanda nisan batu kali biasa, dahulu banyak makam di daerah serengam ini, yang terbagi bagi dengan pagar pagar ungkonan nya, namun karena pesatnya pertumbuhan penduduk banyak ungkonan dan makam yang hilang.

Seperti makam di dekat bedeng tinggi sudah hilang, makam di daerah pabrik kecap sudah sulit untuk diziarahi, dan lain-lain. Kebanyakan makam di daerah ini bernisan batu kali biasa.

Setelah itu rombongan KOPZIPS ishoma (istirahat, sholat, dan makan) di masjid bersejarah yaitu Masjid Al-Mahmudiyah Suro yang dibangun oleh KH. Abdurrahman Delamat bin Syafaruddin Rungkat dan Ki. Kgs. H. Khotib Mahmud. Yang mana makam keduanya terletak di belakang masjid ini.

Setelah rehat sejenak rombongan kembali melanjutkan ekspedisi ziarah ke Makam Kramat Habaib di Lorong Tangga Tanah Laut, di makam ini terdapat dua makam yang belum diketahui secara pasti siapa nama sohibul makam, namun warga sekitar meyakini bahwa ini adalah makam Kramat Waliyullah keturunan Rasulullah atau Habaib dari Fam Al-‘Aidrus yang merupakan laksamana kapal laut di masanya, nisan dikedua makam ini terbuat dari batu fosil kayu.

Selanjutnya KOPZIPS melanjutkan ziarah ke ungkonan makam tua di belakang Pasar Atom, di ungkonan ini sangat banyak terdapat makam kuno, baik bertipe Demak Troloyo, Tipe Melayu, bahkan beberapa tipe makam yang belum teridentifikasi, baik berbahan dasar batu granit maupun kayu unglen.

“Di ungkonan ini terdapat dua makam yang tipe nisannya unik dan tidak di temukan di tempat lain, dan terdapat 3 makam dengan jirat unik dan tidak ditemukan ditempat lain, sangat menarik untuk diteliti oleh para arkeolog, disamping profil pagar dan bentuk asli ungkonan masih tersisa,” katanya.

Lalu rombongan KOPZIPS melanjutkan ziarah ke ungkonan makam tua di Jalan Hang Tuah / Jalan Hang Jebat, di ungkonan ini terdapat banyak makam tipe Demak Troloyo yang terbuat dari batu granit dan dari kayu unglen serta beberapa tipe melayu, uniknya makam di ungkonan ini persis seperti makam para sultan dan kerabat dekatnya, dan secara geografis terletak lurus dari ungkonan Talang Keranggo yang notabenenya merupakan kerabat dekat SMB I Jayo Wikramo.

Lalu KOPZIPS melanjutkan ziarah nya ke ungkonan makam tua guguk Aasagus di Jalan Ratna, yang terletak tinggi diatas bukit, sayangnya makam ini kurang terawat dan memasukinya seakan memasuki hutan semak belukar , gapura ungkonan ini unik karena terbuat dari kayu unglen dan bata, banyak terdapat makam kuno di ungkonan ini sayang belum dapat terdokumentasikan karena tebalnya rumput. Yang sudah terlihat saja dari kejauhan terdapat 3 makam tipe Demak Troloyo.

“KOPZIPS menutup ziarahnya pada kesempatan ini dengan berziarah ke makam Kramat Kyai. Kms. H. Mascek di lorong roda. Dan setelah itu rombongan bubar,” katanya.

Sayangnya mayoritas makam-makam yang diziarahi pada kesempatan ini sangat jauh dari perawatan, bahkan terkesan ditelantarkan.

“Semoga semua ahli warisnya dan zuriat yang peduli sejarah senantiasa melestarikan peninggalan berharga ini sebelum semuanya sirna.  Karena itu semua adalah artefak nyata dan aset berharga serta bukti besar kejayaan peradaban dan kebudayaan Islam di tanah Melayu Nusantara,” katanya.#osk

x

Jangan Lewatkan

Pencuri Tabung Gas di Amankan

Palembang, BP M Rizky Darmawan (18) warga Kelurahan Plaju Darat Kecamatan Plaju Palembang harus mendekam di dalam penjara usai diamankan ...