Home / Headline / Mensos; Penyaluran Bansos Sudah Tepat Sasaran

Mensos; Penyaluran Bansos Sudah Tepat Sasaran

Menteri Sosial Juliari Batubara

Jakarta, BP–Menteri Sosial Juliari Batubara menjelaskan, meski penyaluran bantuan sosial (bansos) terkendala sejumlah persoalan, namun secara umum penyaluran bansos kepada masyarakat di masa pandemi virus corona (COVID-19) sudah tepat sasaran.

“Kalau saya yang ditanya, pastinya tepat sasaran, karena kalau tidak tepat pasti di bawahnya sudah pusing. Dan saya cek langsung turun ke lapangan,” kata Juliari dalam acara diskusi secara virtual dari ruangan wartawan DPR, Jakarta, Kamis (19/11).

Menurut Juliari, untuk ketepatan sasaran bansos, dia bersikap tegas terhadap segala penyimpangan maupun pelanggaran yang dilakukan jajarannya. Sebab, akurasi sasaran bansos merupakan instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sebagaimana arahan dari pak Presiden, ada dua bidang yang harus diintensifkan, kesehatan dan sosial. Akhirnya, kami langsung melakukan kordinasi dengan mitra kami komisi VIII di DPR,” katanya.

Dikatakan, Pemerintah bisa seperti ini karena berkoordinasi, dan komunikasi dengan Komisi VIII DPR RI sangat baik. “Tak pernah sama ada permasalahan yang berarti selama berkoordinasi,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang mengakui penyaluran program Bansos di masa pandemi Covid-19 dengan kondisi normal, tentunya sangat berbeda situasinya.

“Dalam bayangan kita semerautnya luar biasa, karena kondisi tiba-tiba terjadi,” kata Marwan.
Marwan menyarankan agar ke depan Kemensos menjadi pusat data kemiskinan. Sehingga, akses data kemiskinan hanya satu pintu di Kemensos sehingga memudahkan semua pihak untuk mengakses data kemiskinan akibat Covid-19.

“Di seluruh kementerian itu ada bantuan sosialnya. Bahkan, kalau kita gabung semua, sudah kaya penerima bansos. Karena itu mari kita bersama desak pemerintah, kita yakinkan bahwa data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) harus ada di Kemensos,” kata Marwan.

Dengan menjadikan data satu pintu di Kemensos kata dia, lebih tertib dalam pelaksanaan programnya. Sehingga tidak ada lagi ada yang berfikir membuat program sendiri tanpa berkordinasi dengan Kemensos.

“Akhirnya orang tidak bisa membuat program sendiri. Sasaran untuk bantuan listrik harus sekian, sasaran untuk kesehatan sekian, sudah diaudit itu, dan ternyata setelah dikumpulkan orang bisa menjadi kaya, cukup pinjaman modal hanya 20 juta, ternyata setelah kita kumpul bantuan sosial dari semua jenis, bisa 30 juta per satu keluarga,” paparnya.#duk

x

Jangan Lewatkan

Tiga Pelaku Pencurian di Bukit Besar Diringkus

Palembang, BP Anggota Reskrim Polsek Ilir Barat I meringkus tiga pelaku pencurian barang masjid dan rumah kos an yang sering ...