Home / Headline / Data LKPI Di Manipulasi, Empat Akun FB Dilaporkan Ke Polda Sumsel

Data LKPI Di Manipulasi, Empat Akun FB Dilaporkan Ke Polda Sumsel


BP/IST
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) Arianto ST didampingi kuasa hukumnya Yusmaheri SH menunjukkan bukti laporan dihadapan wartawan, Rabu (18/11).

Palembang, BP

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) Arianto ST didampingi kuasa hukumnya Yusmaheri SH mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel Rabu (18/11).

Kedatangannya ke Polda Sumsel untuk membuat laporan terkait UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dalam laporannya Arianto melaporkan empat akun facebook (FB) Rahmat Mahmud dkk (empat orang) sesuai dengan laporan polisi Nomor : LP / 894 / XI / 2020 / SPKT tanggal 18 November 2020.

Kuasa hukum Arianto ST, Yusmaheri SH mengatakan,  empat akun facebook yang dilaporkan karena telah memanipulasi data lembaga survei milik kliennya yakni Lembaga Kajian Publik Independen.

Data survei LKPI dipakai oleh terlapor untuk menjelek jelekan lembaga survei lain. Hal ini baru diketahui kliennya pada tanggal 17 November 2020 kemarin sehingga kliennya membuat laporan ke Polda Sumsel.

“Adapun empat akun facebook yang kami laporkan adalah akun Facebook atas nama RM, LO, SM dan DS perkenaan dengan pasalnya tentunya kami serahkan dengan penyidik yang jelas terlapor melanggar UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan pasal 35 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,”katanya.

Dengan adanya laporan yang dibuat kliennya, Yusmaheri berharap Polda Sumsel bisa mengusut tuntas laporan kliennya karena hal ini sangat merugikan kliennya. “Kalau secara materi memang klien kami tidak dirugikan. Namun secara kredibilitas jelas klien kami sangat dirugikan karena kredibilitas tidak bisa diukur dengan nilai satu juta atau pun dua juta tidak ternilai,” katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi membenarkan adanya laporan pelapor dan laporan pelapor sudah diterima dan selanjutnya akan dilakukan penyelidikan.#osk

 

x

Jangan Lewatkan

Ketua MPR Minta Pemerintah Korea Selatan Berikan Perhatian Khusus Kepada WNI Penderita Corona

Jakarta, BP–Ketua MPR RI Bambang Soesatyo melalui Wakil Ketua Parlemen Korea Selatan meminta pemerintah Korea Selatan memberikan perhatian khusus terhadap ...