Home / Headline / Guru Mapel Sejarah SMA Se-Kota Lubuk Linggau Dapat Materi Perjuangan Rakyat Mura Pada Revolusi Fisik 1947-1949

Guru Mapel Sejarah SMA Se-Kota Lubuk Linggau Dapat Materi Perjuangan Rakyat Mura Pada Revolusi Fisik 1947-1949

BP/IST
Suasana Program Pengabdian Masyarakat (PPM) Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP  Universitas Sriwijaya (Unsri)  menggelar webinar ,Minggu (15/11).

Palembang, BP

Program Pengabdian Masyarakat (PPM)   Universitas Sriwijaya (Unsri) yang diselenggarakan oleh Prodi  Sejarah  menggelar webinar , Sabtu (14/11) hingga Selasa (17/11).

Kegiatan ini diikuti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sejarah kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan dari kalangan umum seperti dari Museum Subkoss kota Lubuk Linggau, dan dosen prodi pendidikan sejarah STKIP PGRI Lubuk Linggau.

Hari kedua  webinar , Minggu (15/11)  pendampingan materi perjuangan rakyat Mura pada masa revolusi fisik 1947-1949 bagi guru mata pelajaran (Mapel) sejarah SMA Se-Kota Lubuk Linggau

Drs. Syafruddin Yusuf, M.Pd, Ph.D dalam materi berjudul Sejarah Sumsel (Musi Rawas) menjelaskan perjuangan masyarakat Sumsel  diawali dari era  kemerdekaan hingga agresi militer Belanda kedua di Sumatera Selatan.

Selain itu menurut sejarawan Sumatera Selatan ini juga menilai perjuangan di Sumatera Selatan lebih banyak terpusat di Palembang karena Palembang adalah ibukota dari keresidenan Palembang yang wilayahnya meliputi Provinsi Sumsel sekarang dan Provinsi Kepulauan  Bangka Belitung.

Selain itu dia melihat, Palembang adalah pusat kegiatan politik dan ekonomi sejak masa kesultanan, masa Jepang dan sampai sekarang, Banyak tokoh-tokoh perjuangan bermukim di Palembang .

“Apalagi Informasi lebih cepat diterima karena Palembang pusat kekuasaan pada di sepanjang masa ( Belanda, Jepang dan awal kemerdekaan,” katanya.

Sedangkan M. Reza Pahlevi, M.Pd dalam materi berjudul “Proses Pembelajaran Sejarah yang Bermakna” menjelaskan fungsi belajar sejarah di masa saat ini adalah membangun memori kolektif kebangsaan dan mendekatkan peserta didik kepada pengalaman nyata bangsanya serta mentransformasikan nilai-nilai persatuan nasional.

Menurutnya, pembelajaran sejarah yang bermakna melalui moral knowing, moral feeling dan moral action.

“Usaha menghadirkan masa lampau dalam memahami sejarah harus mampu menawarkan pandangan yang lebih luas terhadap masa depan masyarakat.,” katanya.

Dan yang tak kalah pentingnya menurutnya untuk dilakukan adalah bagaimana pemahaman sejarah dapat menjadi cermin yang baik dalam menatap masa depan.

Sebab, berbagai lompatan gemilang di masa depan akan lebih arif dan memungkinkan manakala dibangun di atas kesadaran dan kepiawaian masyarakat dalam mengumpulkan dan mengeksekusi pelbagai penyebab terjadinya sejarah kejayaan .

“Pemahaman sejarah harus dapat memancarkan sekaligus mentransformasikan nilai-nilai keteladanan dari berbagai peristiwa dan kisah heroisme orang-orang besar (the great man) di masa kini,”katanya.

Selain itu belajar sejarah adalah wahana pendidikan peserta didik agar mampu menemukan jati diri pribadi, masyarakat, dan bangsanya.

Melalui belajar sejarah, peserta didik harus dibimbing untuk menyadari fungsinya dalam masyarakat dan diharapkan menjadi manusia yang mau dan biasa melakukan aktivitas yang bermanfaat di dalam kehidupan sehari-hari dan berpartisipasi dalam membangun masyarakat yang demokratis.

“Melalui Pendidikan Sejarah yang kontruktivistik, guru sejarah dapat membangun nilai-nilai nasionalisme peserta didik manakala mempelajari sejarah nasional. Dengan tumbuhnya rasa nasionalisme yang kuat dalam diri peserta didik, maka diharapkan peserta didik akan mampu dan mau ikut berpartisipasi aktif dalam membangun bangsa,” katanya.

Pemateri terakhir Dr. Syarifuddin, M.Pd dalam materi berjudul “Media Pembelajaran Sejarah” menjelaskan bagaimana seorang guru harus pintar mencari alat media mengajar yang efektif untuk mengajarkan materi sejarah.

Menurutnya saat ini sudah banyak  cara menyampaikan materi secara melalui secara virtual, podcast dan  youtube yang bisa di pakai untuk mengajarkan  materi kepada siswa di sekolah.#osk

 

 

 

 

 

x

Jangan Lewatkan

RAPBD 2021 Sumsel Rp10,8 Triliun, Pengamat Ekonomi Ingatkan Hal Ini Ke Pemprov Sumsel

Palembang, BP DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  menggelar rapat paripurna dengan agenda penandatanganan  nota kesepakatan  bersama  antara Pemerintah Provinsi Sumsel  ...