Home / Headline / Lakukan Penculikan Pasutri Ditangkap

Lakukan Penculikan Pasutri Ditangkap

Bp/IST
Aulia Rahman Putra Pratama alias Putra (22) dan Safira Sada Fira (20), pasangan suami istri yang tinggal di Jalan Letnan Simanjuntak Kelurahan Pahlawan Kecamatan Kemuning Palembang ditangkap Unit IV Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel lantaran melakukan penculikan dan penganiayaan terhadap Rini Oktayani (22).

Palembang, BP

Aulia Rahman Putra Pratama alias Putra (22) dan Safira Sada Fira (20), pasangan suami istri yang tinggal di Jalan Letnan Simanjuntak Kelurahan Pahlawan Kecamatan Kemuning Palembang ditangkap Unit IV Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel lantaran melakukan penculikan dan penganiayaan terhadap Rini Oktayani (22).

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Suryadi mengatakan, kejadian berawal saat korban bersama pacarnya Ikbal (21) sedang melintas di Jalan Panca Usaha Seberang Ulu II, Sabtu (17/10). Namun, tiba-tiba diberhentikan oleh tersangka putra.

“Pelaku dan temannya menghentikan sepeda motor yang dikendarai korban, kemudian menendang sepeda motor yang dikendarai korban hingga terjatuh. Lalu, korban Ikbal dipukuli oleh teman pelaku, sedangkan korban Rini dibawa pelaku Putra ke arah pintu Tol Palindra menggunakan sepeda motor,” ujar Suryadi didampingi Kanit IV, Kompol Zainuri, Kamis (12/11).

Sesampainya di kawasan Pintu Tol Palindra, kata Suryadi, pelaku bersama rekan lainnya kemudian menganiaya korban Rini dengan cara dipukuli oleh pelaku.

“Sesudah korban dipukuli di sekitar Tol Palindra, korban kemudian dibawa pelaku ke seputaran 10 Ulu Palembang. Tidak lama berselang datang istri pelaku membawa silet lalu menyileti korban beberapa kali di bagian kepala. Selanjutnya korban diantar dan diturunkan pelaku di kawasan Bom Baru,” katanya.

Dalam kejadian tersebut, korban Rini mengalami sejumlah luka lebam akibat hantaman benda tumpul dan luka akibat sayatan benda tajam. “Tak hanya dianiaya, dalam kejadian tersebut ponsel milik korban Rini juga dirampas oleh Putra,” katanya.

Tersangka Putra mengaku bahwa kejadian berawal saat dirinya meminta korban untuk meminta maaf kepada istrinya lantaran telah mengganggu hubungan keluarganya.

“Korban ini saya minta agar mau minta maaf ke istri karena ulahnya yang sering mengganggu hubungan kami, tapi korban ini tidak mau sehingga terjadilah keributan,” katanya.

Atas kejadian tersebut, kini kedua tersangka yang merupakan pasangan suami istri tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Keduanya terancam dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 365 KUHPidana dan Pasal 170 KUHPidana dengan ancaman pidana maksimal sembilan tahun kurungan penjara.#osk

x

Jangan Lewatkan

Ketua MPR Ajak Mahasiswa KOSGORO Terapkan Semangat Solidaritas

Jakarta, BP–Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, hasil survey Lembaga Riset CESPELS (Center for Social, Political, Economic and Law ...