Home / Headline / Joe Biden Terpilih, Kabar Baik Bagi Indonesia

Joe Biden Terpilih, Kabar Baik Bagi Indonesia

Anthon Sihombing

Jakarta, BP–Mantan anggota DPR RI Anthon Sihombing mengatakwn terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat ( AS) merupakan kabar baik bagi Indonesia, terutama dari sisi ekonomi. Sebab, gaya politik partai Demokrat yang moderat, akan mengurangi ketegangan antara Tiongkok dengan AS, sehingga perang dagang selama presiden Donald Trump meninggi akan berkurang.
“Kondisi inilah yang harus diperhatikan Indonesia, karena perang dagang telah mengurangi perdagangan luar negeri Indonesia, sehingga kalau reda, peluang perdagangan Indonesia semakin positif, “ujar Anthon di Jakarta, Minggu (8/11).
Politisi Partai Golkar ini menambahkan, dilihat dari kepentingan pebisnis atau kapitalis, Presiden dari Republik adalah sandaran yang nyaman.
Seringkali kebijakan moneter dijadikan sebagai instrumen untuk menggairahkan ekonomi sehingga mencapai pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Itu sebab, pada masa pemerintahan Trump, pertumbuhan ekonomi AS melonjak tinggi.
Berbeda dengan presiden dari partai Demokrat, kebijakan moneternya tidak direkayasa untuk pertumbuhan ekonomi semata, melainkan untuk stablisasi harga barang dan jasa guna menjamin kesejahteraan rakyatnya. Menurut dia, yang diutamakan bukan kapitalisasi, tetapi kesetaraan dan keadilan sosial, melalui tunjangan sosial.
Anthon berharap, Indonesia perlu konsisten dengan politik luar negeri yang bebas dan aktif, serta bersahabat dengan semua negara.
Apabila terus ditingkatkan nilai tambah terhadap barang dan jasa yang akan perdagangkan, peluang semakin baik.
Yang perlu dibenahi menyambut presiden baru AS ini kata dia menciptakan iklim demokrasi yang sehat dalam negri, iklim berusaha yang kompetitif, serta selalu meningkatkan nilai barang/jasa komperatif.
Dikatakan, Joe Biden yang sudah uzur merupakan harapan dunia secara umum khususnya rakyat AS, akan menggambarkan langgam geopolitik dan ekonomi global berubah seketika. Dampaknya bagi masyarakat Indonesia, menarik untuk diulas, karena, negara AS sebagai super power akan tetap sebagai penentu arah politik global.
Kemenangan Demokrat atas Republik, kata Anthon suatu perputaran kekuasaan yang normal terjadi di AS. Kedua parpol yang mendominasi politik AS itu selalu bergantian memimpin negaranya.
Periode lalu dipimpin Republik, periode ini dipimpin Demokrat. “Hanya saja, tidak lazim pergantian presiden itu hanya satu periode. Terakhir terjadi pada Pilpres 1992, dimana George Bush senior kalah pada Bill Clinton, untuk masuk periode kedua Bush.
Republik yang konservatif sangat concern dengan nasionalisme. dan memandang, bila kepentingan dalam negeri aman, maka luar negeri akan hormat. Sedangkan Demokrat berpandangan, harus baik kepada semua negara, agar kepentingan dalam negeri aman,” Paparnya. #duk

x

Jangan Lewatkan

Ketua MPR Ajak Mahasiswa KOSGORO Terapkan Semangat Solidaritas

Jakarta, BP–Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, hasil survey Lembaga Riset CESPELS (Center for Social, Political, Economic and Law ...