Home / Headline / Tindaklanjuti Surat Ke Menhan, SMB IV Bersama Ormas Akan Audiensi Ke Pangdam II Sriwijaya dan Pemda

Tindaklanjuti Surat Ke Menhan, SMB IV Bersama Ormas Akan Audiensi Ke Pangdam II Sriwijaya dan Pemda

BP/DUDY OSKANDAR
Sabtu (7/11)  digelar pertemuan dengan sejumlah  Organisasi Masyarakat (Ormas),  organisasi yang peduli dengan sejarah dan kebudayaan Palembang seperti Forum Pariwisata dan Kebudayaan (Forwida) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel),  Forum Palembang Bangkit, Komunitas Budaya Batang Hari Sembilan (Kobar 9), Komunitas Pencinta Sejarah, Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) kota Palembang, di Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam

Palembang, BP

Setelah sebelumnya  Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn resmi  berkirim surat kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia (RI) H Prabowo Subianto dan sejumlah Kementrian dan stekholder terkait , Rabu (30/9) lalu, yang intinya meminta agar Benteng Kuto Besak (BKB) dapat direvitalisasi oleh pihak Kemenhan RI.

Sabtu (7/11)  digelar pertemuan dengan sejumlah lembaga dan  Organisasi Masyarakat (Ormas) yang merupakan  organisasi yang peduli dengan sejarah dan kebudayaan Palembang seperti Forum Pariwisata dan Kebudayaan (Forwida) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel),  Forum Palembang Bangkit, Komunitas Budaya Batang Hari Sembilan (Kobar 9), Komunitas Pencinta Sejarah, Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) kota Palembang, di Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam.

Turut hadir diantaranya Raden Zainal Abidin Rahman Dato’ Pangeran Puspo Kesumo, Pangeran Suryo Febri Irwansyah, , Pangeran Surya Kemas A. R. Panji dan Beby Johan Saimima,  Ketua Forwida Sumsel Dr. Ir. Diah Kusuma Pratiwi, MT, Ketua Harian Forwida Sumsel Rodi Herawan dan sejumlah tokoh ormas zuriat Palembang dan tokoh masyarakat kota Palembang.

Menurut Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn , dalam  rapat tadi membahas revitalisasi BKB dimana dari pihak Kesultanan Palembang Darussalam mulai menghimpun masyarakat supaya mengetahui tujuan Kesultanan Palembang Darussalam untuk merevitalisasi BKB sehingga masyarakat dapat lebih mencintai warisan budaya Palembang.

“ Bukan mengambil tapi kita  akan membuat supaya kawasan BKB bisa di nikmati  oleh semua masyarakat dan meningkatkan rasa cinta tanah air  kepada bangsa kita dan semua ormas yang datang tadi sepakat untuk  untuk bersinergi supaya BKB  bisa di revitalisasi,” katanya.

Sedangkkan Pangeran Suryo Febri Irwansyah  atau akrab dengan panggilan Vebri Al Lintani menambahkan dalam rapat kali ini pihaknya meminta pendapat dari ormas-ormas dan zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, para budayawan dan sejarawan dan sepakat untuk mengusulkan  agar BKB di revitalisasi.

“ Point kedua, nanti akan diteruskan  dengan langkah-langkah berikut yaitu audiensi dengan pemerintah daerah, ke pihak militer dalam hal ini Pangdam II Sriwijaya termasuk Pemerintah Daerah (Pemda) , jadi Gubernur, Pangdam, Walikota dan menyurati Kemenhan dan Presiden agar langkah revitalisasi BKB itu  lebih efektif, itu kesimpulan kita  hari ini,” katanya.

Dia berharap suara masyarakat dan pemerhati sejarah dan budaya Palembang dapat diridhoi Allah SWT untuk merevitalisasi  cagar budaya BKB yang merupakan peninggalan leluhur  dari Kesultanan Palembang Darussalam.

Sedangkan Ketua Forwida Sumsel Dr. Ir. Diah Kusuma Pratiwi, MT mengatakan , dalam rapat ini semuanya sepakat akan melakukan pertemuan dengan Gubernur Sumsel , Pangdam II Sriwijaya  guna merevitalisasi BKB minimal sebagai sarana wisata dan budaya.

“ Kita  tidak ada niat untuk melakukan kebijakan yang bertolak belakang dengan Departemen Pertahanan tetapi kita akan sinergi dengan  Departemen Pertahanan , dengan pemerintah daerah  dan Kesultanan Palembang Darussalam supaya kekayaan ini bisa dilestarikan sebagai kebanggan Indonesia,” katanya.

Dia menilai BKB sangat penting sekali agar masyarakat tahu disitu asal Kesultanan Palembang Darussalam yang isinya istana dan sebagainya yang kemudian di kuasai Belanda dan menjadi benteng.

Dimana BKB merupakan bangunan buatan pribumi dan bukan buatan Belanda.

“ BKB itu perlu kita lestarikan sebagai wisata budaya,” katanya.#osk

x

Jangan Lewatkan

Ketua MPR Ajak Mahasiswa KOSGORO Terapkan Semangat Solidaritas

Jakarta, BP–Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, hasil survey Lembaga Riset CESPELS (Center for Social, Political, Economic and Law ...