Masih Adakah Pahlawan Nasional dari Sumsel

16

BP/DUDY OSKANDAR
Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Sriwijaya (Unsri) yang juga sejarawan kota Palembang Syafruddin Yusuf

Oleh : Syafruddin Yusuf [1]

 

KEMERDEKAAN Indonesia yang kita nikmati saat ini merupakan hasil perjuangan dari para pejuang kemerdekaan baik di tingkat lokal maupun nasional. Mereka merupakan pahlawan bangsa yang berjuang tanpa pamrih. Sebagian dari mereka diakui secara formal oleh Negara sebagai pahlawan, namun sebagian lagi dan jumlahnya sangat banyak belum mendapatkan pengakuan dari Negara secara formal.  Namun sebagai bangsa pejuang, kisah perjuangan mereka tidak akan pernah hilang dalam catatan sejarah Indonesia. Kemerdekaan yang dicapai bukan hanya oleh sekelompok orang, tetapi kemerdekaan itu adalah buah dari perjuangan bersama secara kolektif antara rakyat dan para pemimpinnya. Pahlawan adalah pejuang yang gagah berani, orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Pahlawan adalah orang yang meyakini akan kebenaran yang ia perjuangkan. Bagi mereka berjuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan  merupakan  perbuatan yang harus mereka lakukan demi Negara.

Sumatera Selatan sebagai salah satu daerah Indonesia memiliki sekian banyak putra daerahnya yang secara aktif memperjuangkan dan membela kemerdekaan Indonesia. Sampai saat ini baru dua pahlawan dari Sumsel yang mendapatkan gelar sebagai Pahlawan Nasional, yaitu Sultan Mahmud Badaruddin II dan dr. Adnan Kapau Gani. Keduanya dianugerahi gelar tersebut berdasarkan jejak perjuangan mereka. Sultan Mahmud Badaruddin II mendapatkan gelar tersebut berdasarkan perjuangannya yang menentang Belanda pada awal abad ke 19. Atas jasa dan perjuangannya, maka pemerintah RI menganugrahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun 1984 berdasarkan SK No. 63/TK/1984 tanggal 29 Oktober 1984. A.K Gani mendapatkan gelar sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan pada rekam jejak perjuangannya di tiga zaman yaitu zaman kolonial Belanda, zaman Jepang dan zaman kemerdekaan.  A. K Gani  mendapatkan gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2007, berdasarkan SK Presiden RI No. 068/TK/1967, tanggal 6 Nopember 2007.

Baca:  Sekitar Proklamasi di Palembang

Memang rasanya agak aneh dan janggal Sumsel yang memberikan andil yang besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, hanya memiliki dua Pahlawan Nasional. Sementara daerah lain di Sumatera seperti Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara lebih dari dua Pahlawan Nasional. Sejumlah pertanyaan akan terlontar pada kita semua.  Apakah tidak ada lagi tokoh lain dari Sumsel yang dapat diusulkan sebagai penerima gelar Pahlawan Nasional ? Atau apakah kita semua sudah tidak peduli lagi dengan para pejuang bangsa ini ?  Apakah para pejuang di daerah ini dianggap hanya perlu dikenal oleh anak cucu keluarganya saja ? Apakah kita sudah tidak peduli lagi dengan jerih payah dan pengorbanan mereka semasa hidupnya?  Bagaimana peran dari pemerintah daerah maupun provinsi dalam  hal kepahlawanan ?  Bagaimana peran lembaga-lembaga non pemerintah yang selalu berkoar-koar mengatasnamakan rakyat dan perjuangan ? Hal-hal yang saya kemukakan di atas merupakan  upaya untuk mengingatkan kita semua akan perlunya kepedulian terhadap perjuangan para pejuang bangsa yang sudah tiada lagi.

Baca:  Recomba Cikal Bakal Negara Sumsel

Mengacu pada Undang undang RI No.20 tahun 2009 pasal 1 ayat (4) Pahlawan Nasional adalah gelar yang diberikan kepada warganegara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah NKRI yang gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan Negara. Selain itu Undang-undang ini juga memberi batasan persyaratan untuk diajukan sebagai Pahlawan Nasional yang tercantum dalam pasal 25 dan 26.  Pasal 26 menyatakan syarat khusus untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional adalah “Pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan  serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa”.  Apabila kita melihat pada perjuangan di Sumatera Selatan, maka banyak tokoh-tokoh di Sumsel yang dapat diajukan sebagai Pahlawan Nasional. Undang-undang ini dipertegas dengan Peraturan Pemerintah RI No. 35 tahun 2010. Dalam pasal 51 ayat (1)  disebutkan bahwa “setiap orang, lembaga Negara, kementerian, lembaga pemerintah non kementerian, Pemerintah Daerah, organisasi atau kelompok masyarakat dapat mengajukan usul pemberian gelar, tanda jasa dan atau Tanda Kehormatan.

Berdasarkan Undang-undang dan peraturan Pemerintah tersebut, maka sebetulnya masyarakat Sumsel dapat mengajukan  Calon Pahlawan Nasional kepada Pemerintah Pusat. Beberapa tahun yang lalu   diajukan satu orang lagi untuk mendapatkan gelar yang sama yaitu Abdul Rozak. Bliau seorang tokoh pejuang yang pernah menduduki jabatan sebagai Residen Palembang pada masa awal proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sayangnya usulan ini ditolak oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pahlawan  Pusat  (TP2GP). Sejak itu belum ada lagi dimunculkan tokoh yang akan diusulkan sebagai Pahlawan nasional. Sungguh Ironis, Sumsel yang kaya akan Sumber Daya Alam maupun sumber daya manusia kurang memperhatikan kepahlawanan putra daerahnya. Sementara kita setiap tahun memperingati hari Pahlawan dan selalu berteriak jangan lupakan sejarah.

Baca:  Ketua DPRD OKI Maju Ke DPD RI

Dalam memperingati hari Pahlawan tahun ini, alangkah baiknya bila kita merenung kembali dan mempersiapkan diri untuk mengajukan putra-putra terbaik Sumsel untuk diusulkan sebagai Pahlawan Nasional. Beberapa kendala yang ada selama ini, seperti belum terbentuknya Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TPGD) di tingkat kabupaten/kota perlu untuk disiapkan,  demikian pula di tingkat provinsi perlu diefektifkan. Partisipasi dari pihak keluarga yang akan dicalonkan sebagai Pahlawan Nasional perlu untuk dilibatkan, organisasi atau lembaga non pemerintah yang peduli perlu dirangkul untuk mewujudkan tampilnya  tokoh Pahlawan Nasional yang baru dari Sumatera Selatan. Dengan kata lain untuk mewujudkan keinginan tersebut, maka dibutuhkan kerjasama dari semua pihak yang peduli akan perjuangan para pahlawannya di bawah satu koordinasi dari pemerintah kota/kabupaten dan provinsi. Semoga di masa depan akan tampil ke permukaan tokoh-tokoh Pahlawan Nasional dari Sumatera Selatan.

[1] Syafruddin Yusuf Ph.D,  adalah Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Unsri,  Alumni Univ.Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Tanjung Malim – Perak, Malaysia.