Home / Headline / Kasus KDRT Oknum Notaris, JPU Hadirkan 6 Saksi

Kasus KDRT Oknum Notaris, JPU Hadirkan 6 Saksi

BP/IST
Oknum notaris Merliansyah terdakwa kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kepada istrinya sendiri Ghitta Shitta Pramasyah, kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang Kelas IA dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Rabu (4/11).

Palembang, BP

Oknum notaris Merliansyah terdakwa kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kepada istrinya sendiri Ghitta Shitta Pramasyah, kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang Kelas IA dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Rabu (4/11).

Dalam sidang perkara KDRT tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Indra Susanto, SH, menghadirkan enam orang saksi dihadapan majelis hakim yang diketuai Abu Hanifah, SH. MH.

Salah satu saksi yang merupakan korban yakni Ghitta Shitta Pramasyah, mengungkapkan kronologi perkara yang dialaminya kepada Hakim Ketua Abu Hanifah, SH. MH, diruang sidang.

Ketika ditanya majelis hakim, Ghitta menceritakan kejadian bermula pada Rabu (13/5) sekitar pukul 17.30 , saat itu terdakwa Merliansyah yang merupakan suaminya sedang sedang video call (VC) dengan keluarganya, usai VC dengan keluarga tiba – tiba Ghitta mendengar Merliansyah diduga VC dengan seorang perempuan lain yang pada saat kedian dirinya sedang berada di kamar anak – anaknya.

“Pada saat itu Merliansyah sedang video call dengan keluarganya namun tidak lama berselang tiba – tiba saya mendengar dia (terdakwa-red) sedang video call dengan perumpuan lain, seketika saya angsung keluar kamar dan melihat ke CCTV rumah dan langsung melihat dari balik pintu, terdakwa sedang asyik VC dengan seorang perempuan lain, pertengkaran langsung terjadi pak hakim,” kata Ghitta.

Terlihat sambil menangis, Ghitta kembali menjelaskan kepada majelis hakim sebelum akhirnya bertengkar hebat yang berujung dengan KDRT dirinya sempat mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi dan cacian serta hinaan dari Merliansyah.

“Saya mendapat perlakuan kasar, hinaan dan caci maki serta pemukulan pak hakim,” kata Ghitta terlihat sambil menangis.

Nurmala, SH. MH, selaku kuasa hukum Ghitta menjelaskan, bahwa dari keterangan saksi dan bukti visum sudah jelas bahwa terdakwa bersalah.

“Dari keterangan saksi dan bukti visum sudah jelas bahwa terdakwa bersalah, namun kita kembalikan ke majelis hakim saat ini sidang masih berjalan nanti kita lihat lagi fakta – fakta persidangan,” kata Nurmala.

Kuasa hukum terdakwa, Supendi SH.MH, menilai dari keterangan saksi bahwa seolah-olah terdakwa Merliansyah yang merupakan kliennya adalah pelaku sebenarnya.

“Saya menganggap keterangan saksi seolah – olah adalah pelaku sebenarnya, padahal tidak bisa dibuktikan bahwa terdakwa pelaku KDRT. Kalau memang ada buktinya silahkan ditunjukkan CCTV nya dan apakah saudara terdakwa ini pelakunya, kan belum tentu dia pelakunya ini hanya keterangan sepihak saja, jadi jelas ini pembunuhan karakter terhadap terdakwa karna dia yang merupakan seorang nataris,” kata Supendi.

Ditempat yang sama terdakwa Merliansyah, membantah bahwa dirinya pelaku KDRT.

“Dengan sidang terbuka ini teman – teman wartawan bisa lihat sendiri faktanya, yang jelas dari semua keterangan saksi saya membantah keras, karena saya juga telah melaporkan baiik kasus ini dan Ghitta juga saat ini sudah menjadi tersangka namun kenapa belum ada tahap dua dari penyidik, jadi saya mohon kepada  penyidik dan jaksa agar berimbang perlakuannya kepada saya,” katanya.#osk

 

 

 

 

x

Jangan Lewatkan

Komisi I DPRD Sumsel Kunjungi KPID DKI Jakarta

Palembang, BP Pimpinan dan anggota Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  melakukan kunjungan kerja ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah ...