Home / Headline / Gubernur Sumsel : “ Jangan Sampai Kebudayaan dan Seni itu Stempelnya Duafa, Enggak Mau Aku!”

Gubernur Sumsel : “ Jangan Sampai Kebudayaan dan Seni itu Stempelnya Duafa, Enggak Mau Aku!”


BP/DUDY OSKANDAR
Acara pembukaan Bulan Bahasa dan Sastra  Berbahasa Untuk Indonesia Sehat, Kamis (29/10) di Bukit Seguntang, Palembang   dimana rencananya Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru akan ikut membaca puisi mendadak batal lantaran Gubernur kecewa acara tersebut hanya dilaksanakan secara sederhana 

Palembang, BP

Acara pembukaan Bulan Bahasa dan Sastra  Berbahas Untuk Indonesia Sehat, Kamis (29/10) di Bukit Seguntang, Palembang   dimana rencananya Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru akan ikut membaca puisi mendadak batal lantaran Gubernur kecewa acara tersebut hanya dilaksanakan secara sederhana saja.

Turut hadir diantaranya Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Aufa Syahrizal Sarkomi, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Reza Fahlevi, Direktur Museum Pahlawan Nasional Dr AK Gani Priyanto Gani dan para seniman dan budayawan Sumsel.

“ Maka saya turun dari mobil saya langsung komplain, kok dibuat begini, saya ingin gebyar, maka saya take over, kita ini mengundang agar orang tertarik , saya anti kalau denger acara sesuatu  yang dialaskan duit, yang nyuruh ini Gubernur  maka perintah itu menjadi legalitas  bagi jajaran, ini koreksi bagi semuanya , ketika Gubernur ngomong itu fatwa, jangan buat sederhana sehingga orang tidak tertarik, ada gengsi,  masuk lalu lepas sepatu, bukan mushollah kito ini, kalau perlu kursi yang baik , tempat yang dingin sehingga orang tertarik, jangan sampai  kebudayaan dan seni itu stempelnya  duafa, enggak mau aku, aku nih ketua DMDI, aku dak galak yang asal ada, apa adanya , makin dak tertarik generasi mudo,” kata Gubernur dalam kata sambutannya.

Makanya menurut Gubernur sebelumnya dia mentake over kegiatan ini dengan memanggil staf khusus untuk mengingatkan kegiatan ini .

“ Enggak ada artinya  finansial dibanding bernilainya aset ini  (Bukit Seguntang), coba kalau kita enggak bertahan , hilang ini , punah, bahkan , jangan kita mengesankan di luar pelaku seni itu mohon maaf dengan apa adanya, apalagi kompetitor kita ini bukan manusia tapi IT, kita ini menjual originalitas bukan cuma berarti ori galo, ini salah maknanya jajaran ini , mohon maaf yuk Yanti, aku kalau tahu mak ini  , pindah ke Griya Agung bila perlu“ katanya.

Gubernur meminta acara tersebut di ulang  dibuat di hari pahlawan atau hari apapun dan menganggap kegiatan hari ini adalah gladi dan belum puncak acara.

“ Ulang-ulang dak jadi , aku belum galak baco puisi kalau sekarang, bener,” katanya.

Gubernur meminta agar kegiatan ini dikoreksi  menurutnya jika dirinya menghargai maka semuanya ikut menghargai dalam konteks yang benar.

“ Yuk Yanti tidak usah khawatir memang aku tidak ngasih duit secara pribadi tapi ini aku besakke nian, aku ingin orang bangga dan pelaku seninya bangga,” katanya.

Dalam kejadian ini menurut Gubernur pelaku seni tidak salah  yang salah adalah pihak pemerintah.

“ Aku bukan marah tapi ini koreksi kita bersama  bahwa ini acara , acara yang sangat sakral apalagi temannya sumpah pemuda, kita desain lagi bila perlu pakai even organizer, tempatnya tetap disini, karena ada sejarah-sejarah yang harus kita dengungkan  kepada generasi –generasi muda,” katanya.

Menurutnya Bukit Seguntang jangan hanya digambarkan sebagai tanah yang menggunung , tapi memiliki makna terkandung di dalamnya dan mengandung sejarah .

“ Aku mohon maaf kepada pelaku seni dan sastra aku yang mohon maaf jajaran salah makna, aku bangga nian nak pergi tadi, ini asal jadi, pelaku seni yang kita undang, tapi panitia bilang mak ini bae sudah terima kasih , apolagi kalau kito laksanakan dengan baik, kita undang bupati, ini jangan di artikan marah ya, kalau curhat yo, kalau bahasa Jawa Ngerosulo, Ngedumel untung galak beliau-beliau ini ,” katanya.

Untuk itu Gubernur meminta acara ini di perbaiki dan berapa biayanya pihaknya yang akan menanggungnya.

Ketua panitia,  Edwin Fast mengapresiasi , apa yang di sampaikan gubernur  lantaran merasa prihatin melihat seniman yang  kurang di perhatikan.

“Aku jujur bae raso nak nangis omongan beliau tadi yang peduli.Aku legowo bae walau kegiatan baca puisi musikalisasi puisi akhirnya gugur karena  beliau minta di jadwalkan ulang kegiatannya .Aku sendiri  tidak apa-apa kegiatan jadi batal. Aku berkesenian mengalir bae……aku sedih gubernur ngomong tadi,” katanya.

Edwin mengaku sedikit kecewa dengan batalnya acara tersebut, padahal dirinya sudah latihan kolaborasi seni baca puisi   termasuk rencananya akan tampil membaca puisi namun semuanya batal.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Aufa Syahrizal Sarkomi mengatakan, Gubernur meminta acara ini lebih gebyar lagi.

“Artinya Gubernur seleranya beda dan pada intinya Gubernur ingin menghargai  para seniman dan budayawan, acara hari ini dianggap gladi nanti diadakan lagi, karena sampai  Desember ada beberapa kegiatan mungkin akan kita gabung , jadi acara hari ini bukan batal , tapi dianggap  beliau ada yang lebih besar lagi ,” katanya.#osk

 

 

 

x

Jangan Lewatkan

Pria di Palembang Tega Pukul Kepala Ibu Kandung karena Tak Diberi Uang

Palembang, BP Seorang pria muda di Palembang tega menganiaya ibu kandungnya dengan memukul kepala dan menendang perut. Perilaku tak terpuji ...