Home / Headline / Pemuda Dalam Arus Sejarah

Pemuda Dalam Arus Sejarah

Oleh:

Vixkri Mubaroq (Guru SD IT Bina Ilmi Palembang)

 Dalam memperingati hari sumpah pemuda pada 28 oktober, saya sebagai pemuda Indonesia akan menulis tentang kepemudaan, mengenai apa itu pemuda, bagaimana sejarah para pemuda sebagai bagian dari perubahan seperti lahirnya bangsa Indonesia, kemudian apa yang perlu dilakukan oleh para pemuda  saat ini untuk masa akan datang.

Pemuda merupakan generasi harapan bangsa, yang berada pada usia produktif. Sebagaimana menurut UU No 40 tahun 2009 pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh tahun). Pemuda adalah pelanjut estafet kemerdekaan yang akan mewarnai bangsa Indonesia dengan segala kreatifitasnya untuk masa yang akan datang. Kreatifitas dan kemampuan para pemuda bisa merubah momentum kecil menjadi besar, dari gelombang kecil menuju gelombang besar, itulah pemuda. Mengutif pidato Ir Soekarno menyampaikan bahwa beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda maka akan kuguncangkan dunia. Pemuda harus memiliki kemampuan kepemimpinan, dan keinginan, keyakinan yang kuat dalam melakukan perubahan-perubahan sosial sebagai kontribusi untuk bangsa dan negaranya baik dari tatanan sosial, agama, budaya, politik, ekonomi dan lain sebagainya. sebagaimana dalam Al-Qur’an yaitu “Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.” (QS. Al-Kahfi :13). Ayat Al-Qur’an ini memberikan isyarat tentang pemuda yang memiliki keyakinan yang kuat dan kokoh, yaitu keyakinan kepada Tuhannya. Keinginan dan keyakinan yang kuat dan kepemimpinan yang kuat adalah bagian dari karakter yang dimiliki oleh para pemuda Indonesia.

Sebagaimana dalam catatan sejarah Indonesia, setiap perubahan masa pasti ada peran dari para pemuda, karena pemuda adalah bagian dari gelombang arus sejarah Indoenesia. Seperti peralihan dari masa orde baru menuju reformasi pada tahun 1998, demonstrasi mahasiswa yang berhasil melengserkan Presiden Soeharto dengan enam tuntutan reformasi, kemudian dari orde lama menuju orde baru tahun 1966, gerakan mahasiswa pada saat itu dikenal dengan Tritura (Tiga Tuntunan Rakyat), serta peristiwa rengasdengklok tahun 1945 sebagai proses lahirnya kemerdekaan, momen penting peristiwa bersejarah tersebut tidak lepas dari peran para pemuda. Tahun 1928 peran pemuda telah melahirkan suatu pemikiran dan gerakan yang mempersatuakan bangsa Indonesia, dengan satu Bahasa dan satu tanah air, sebagai awal mula lahirnya  suatu bangsa, yang selalu kita peringati sebagai hari sumpah pemuda yang lahir pada kongres pemuda ke dua, yang dilandasi oleh hasil kongres pemuda ke satu dengan ide untuk memajukan persatuan kebangsaan dengan menguatkan hubungan antara perkumpulan-perkumpulan pemuda. Kongres pemuda di ikuti oleh beragam organisasi diantaranya Jong Islamietend Bond, Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia, Jong Indonesia, Jong Sumatera Bond, Jong Java, Jong Ambon, Jong Bataks Bond, Pemuda Kaum Theosofi.

Mengutip tulisan dari buku Prof. Ahmad Mansyur Suryanegara, yang berjudul tentang Api Sejarah 1, dalam pembahasan tentang kongres pemuda, yang dimotori oleh organisasi Jong Islamietend Bond (JIB) yang didirikan oleh R. Samsoeridjal 1 Januari 1925 di Jakarta, dan di Bandung berdiri juga Jong Islamieten Bond Dames Afdeeling (JIBDA) tahun 1925 dua organsiasi ini memperjuangkan dan membangkitkan Nasionalisme Indonesia, dan ingin melepaskan diri dari penjajahan Belanda, serta berjuang menjadi tuan dirumah sendiri. JIB dan JIBDA mendorong lahirnya Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) tahun 1926 M, yang beranggotakan para mahasiswa Rechtshoogeschool (Sekolah Tinggi Hukum) dan Technische Hoogeschool (Sekolah Tinggi Tekhnik) yang kini menjadi Institut Teknologi Bandung. Di bandung berdiri juga Jong Indonesia (Pemuda Indonesia) pada 1927 M. Jong Indonesia merupakan kelanjutan dari Algemeene Studie Club yang didirikan oleh Ir. Soekarno dan merupakan gerakan pemuda perserikatan Nasional Indonesia yang didirikan pada 4 juli 1927. Jong Indonesia bertujuan mengadakan pembaharuan wawasan organisasi pemuda kedaerahan. Jong Indonesia berbeda dengan PPPI yang beranggotakan pelajar sekolah di dalam negeri, sedangkan Jong Indonesia beranggotakan pemuda yang pernah belajar di luar negeri. Menurut Ahmaddani G. Martha dalam Pemuda Indonesia Dalam Dimensi Sejarah Perjuangan Bangsa, PPPI dan Jong Indonesia yang banyak berperan dalam Kongres Pemuda II yang melahirkan sumpah pemuda 28 Oktober 1928.

Isi nya adalah “Pertama, kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kedua, kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Ketiga, kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Sumpah Pemuda merupakan jawaban terhadap penjajahan dan penindasan yang dilakukan penjajah Belanda. Sumpah Pemuda sebagai simbol kebangkitan dan persatuan bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, sebagai pemuda Indonesia abad ke dua puluh satu, yang harus dilakukan adalah memahami sejarah perjuangan pemuda Indonesia dari masa ke masa, agar kita paham dan sadar tentang apa yang akan kita  lakukan untuk bangsa Indonesia, selanjutnya pemuda harus memiliki keyakinan yang kuat (nilai religius), dan kreatifitas yang tinggi (pengetahuan), serta kepemimpinan yang berintegritas. Dengan demikian, maka akan lahir generasi yang tangguh dalam menjalankan estafet kemerdekaan untuk mengendalikan gelombang arus sejarah Indonesia sebagai Negara yang memiliki kekuatan terbesar didunia.#

x

Jangan Lewatkan

Ketua MPR Minta Pemerintah Korea Selatan Berikan Perhatian Khusus Kepada WNI Penderita Corona

Jakarta, BP–Ketua MPR RI Bambang Soesatyo melalui Wakil Ketua Parlemen Korea Selatan meminta pemerintah Korea Selatan memberikan perhatian khusus terhadap ...