Home / Headline / Rifan Tetap Perkasa di Tengah Gempuran Corona

Rifan Tetap Perkasa di Tengah Gempuran Corona

# Nasabah Baru RFB Tumbuh 41,55%

Palembang, BP–Sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diberlakukan pada April 2020 lalu, telah terjadi pergeseran perilaku konsumen Indonesia dalam hal berbelanja sampai kepada berinvestasi. PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) tetap ‘perkasa di tengah gempuran’ corona. Terbukti pertumbuhan nasabah baru sampai September mencapai 41,55% atau 436 nasabah baru.

Kegiatan belanja online tumbuh signifikan mencapai di atas 30%-50% begitu juga dengan investasi berbasis aplikasi.

Khususnya di Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK).

Mengutip data dari PT Kliring Berjangka Indonesia, Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi  sampai dengan Kuartal III tahun 2020 menunjukkan pertumbuhan transaksi sebesar 25,43 %, dari 992.187 lot di Kuartal III 2019 menjadi 1.244.491 Lot di Kuartal III 2020.

Ini menjadi bukti bahwa industri Perdagangan Berjangka Komoditi cukup tahan terhadap guncangan ekonomi, baik lokal maupun global.

Fenomena anomali industri PBK ini terungkap dalam kegiatan seminar Tren Bisnis Digital Di Masa Pandemi pada Minggu, 25 Oktober 2020 yang digelar oleh himpunan alumni dan disponsori oleh PT Rifan Financindo Berjangka (RFB).

Pimpinan Cabang RFB Palembang Eko Budhi Prasetyo  mengatakan bahwa data kinerja untuk RFB Palembang juga menunjukkan pertumbuhan yang positif. Jumlah nasabah baru tumbuh di atas 41,55% atau bertambah 436 nasabah.

Catatan rapor biru RFB Palembang disebabkan oleh momen kenaikan harga emas yang dimulai sejak awal Januari dan melesat saat Covid -19 melanda.

“Banyak nasabah yang meraih profit ketika harga emas naik dan peluang keuntungan ini semakin besar hingga akhir tahun 2020 karena adanya momen pemilihan presiden Amerika Serikat, window dressing, festival diwali di India. Ya kami bersyukur ditengah gempuran pandemi corona, bisnis ini tetap menjanjikan,” katanya.

Kemudahan transaksi PBK yang bersistemkan online dan realtime mendorong para nasabah untuk memanfaatkan waktu mereka dengan melakukan transaksi sebanyak-banyaknya selama pandemi.

Ini menjadi sebuah keuntungan bagi para perusahaan pialang berjangka, termasuk RFB Palembang.

“Hanya bermodalkan ponsel pintar di tangan Anda, sudah bisa menjalankan bisnis perdagangan berjangka dengan peluang profit yang bisa diperoleh setiap saat dan penarikan dana yang mudah,” tambah Eko.

Jadi, salah satu bisnis digital yang tepat di masa pandemi, salah satu pilihannya ialah investasi di perdagangan berjangka komoditi.

Meskipun demikian, nasabah juga harus memperhatikan aspek manajemen risiko. Kuncinya, kata Eko ada pada pemahaman produk dan kerjasama yang baik dengan Wakil Pialang Berjangka sebagai konsultan investasi yang telah teruji dan tersertifikasi.

Ke depan RFB Palembang akan membuka trading class untuk masyarakat yang ingin mengenal peluang investasi di PBK.

Trading class sementara dalam bentuk webinar yang akan dipandu oleh sejumlah Wakil Pialang Berjangka RFB Palembang.

“Kami optimistis bahwa hingga akhir tahun 2020, target sebesar 752 nasabah baru akan trrcapai,” ujar Eko.

Sementara itu Karo Ekonomi Pemprov Sumsel Afrian Joni mengatakan 4 faktor yang terus menjadi persoalan dalam berusaha antaranya permodalan, pemasaran, teknologi sederhana dan kualitas sdm yang minim.

“Di Sumsel sebanyak 4,5 triliun menyalurkan kredit usaha tersebut. Apa yang dilakukan Pemprov Sumsel dibawah komando Gubernur saat ini berkonsentrasi di sektor hulu pertanian. Selama ini lumbung pangan kita no 5 ditingkat nasional dan akan terus ditingkatkan.

Nah saat ini komoditi emas lagi menjadi favorit untuk investiasi karena lebih aman, salah satunya bisa berinvestasi di PT RFB. Peranan RFB sangat berpengaruh untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang memilih berinvestasi disini, tentunya kita suportlah,” jelasnya. #hen

x

Jangan Lewatkan

BPK , KPI Bersama PWI Sumsel Bersinergi Tingkatkan Kerja Sama

Palembang, BP Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Selatan dan  PWI Sumsel serta Komisi Informasi Publik (KIP) Sumsel bersinergi dan menjalin ...