Home / Headline / “Revitalisasi BKB itu  Jangan Sepihak-Sepihak , Semua Itu Diajak Ngomong, Rembuk , Biar Enggak Salah Juga”

“Revitalisasi BKB itu  Jangan Sepihak-Sepihak , Semua Itu Diajak Ngomong, Rembuk , Biar Enggak Salah Juga”

BP/DUDY OSKANDAR
Kepala Balai Arkeologi (Balar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Budi Wiyana

Palembang, BP

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tengah merencanakan melakukan penataan Benteng Kuto Besak (BKB) untuk menjadi destinasi wisata baru Kota Tua Palembang. Pengerjaan akan dilakukan akhir Oktober ini.

Namun Kepala Balai Arkeologi (Balar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Budi Wiyana mengingatkan kalau aset BKB itu ada di Kementrian Pertahanan  walaupun demikian BKB bisa dilakukan revitalisasi .

“Kalau mau direvitalisasi BKB itu  jangan sepihak-sepihak , seperti dari Pertahanan sendiri,dari kota sendiri , semua itu diajak ngomong, rembuk , biar enggak salah juga , kalau kecenderungan kita ini menyalahkan ini , sebenarnya kalau dilakukan revitalisasi tidak menjadi masalah  baik TNI maupun  pemerintah kota ,” katanya ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (23/10).

Karena menurutnya dari awal semua pihak harus di ajak bicara untuk melakukan revitalisasi BKB ini.

“ Versi mereka juga ada keterbatasan pemikiran dan SDMnya ,  bisa di libatkan BPCB terkait pelestarian, untuk penelitian Balar Sumsel bisa di libatkan ,”katanya.

Selain itu pemindahan orang dan aset TNI dalam BKB menurutnya perlu di bicarakan lagi.

“ Saya prinsipnya itu tadi, kalau revitalisasi itu jangan sendiri-sendiri, kalau dilibatkan semua bisa urun rembug mau dikembalikan sebagai tujuan budaya, atau apa itu bisa saling mengkontribusi  tapi jangan sampai berdiri sendiri, “ katanya.

Hingga kini menurut Budi, Balar Sumsel belum diajak untuk kerjasama kajian revitalisasi BKB oleh pihak terkait.

“ Sementara belum, minimal  kalau ada informasi-informasi  kebetulan mbak Retno (peneliti Balar Sumsel)  ada , minimal informasi itu ada,” katanya.

BKB menurutnya situs cagar budaya dulu pernah di tetapkan secara nasional  namun sekarang harus ditetapkan lagi  oleh tim Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) kota Palembang karena tempatnya penting dan ada nilai pertahanannya dan dalam pengembangannya   jangan sendiri-sendiri tidak bisa berdiri sendiri.

“Orangnya kesannya BKB milik pertahanan tapi kalau di revitalisasi   alangkah bagusnya  ada master plan  yang ,” kedepannya  BKB mau di apakan sih? Termasuk salah satunya bisa revitalisasi dan yang terlibat siapa saja,” katanya.

Hingga kini BKB menurutnya belum ada master plan tapi kalau di tetapkan sebagai cagar budaya nasional menurutnya sudah  tapi masih dengan undang-undang yang lama namun dengan undang-undang yang baru ini harusnya ditetapkan lagi karena dasarnya dengan undang-undang terbaru.

“Sebenarnya kewenangan kota untuk menetapkan lagi , nanti peringkatnya dari kota ke Provinsi dan bisa menjadi nasional,” katanya.

Mengenai bangunan yang merusak BKB seperti Tugi Belido, Gedung ACC, Kolam depan Museum SMB II  menurutnya mungkin dilakukan di langkah selanjutnya dan dilakukan secara bertahap karena tidak bisa dilakukan secara singkat.#osk

 

 

x

Jangan Lewatkan

Fraksi Partai Golkar DPRD Sumsel Soroti Alokasi  Dana Bantuan Daerah Yang Fokus Di Daerah Tertentu

Palembang, BP DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar rapat paripurna XXII dengan agenda tanggapan Fraksi-Fraksi di DPRD Sumsel terkait pembahasan ...