Home / Headline / Diskualifikasi Pasangan Ilyas Panji-Endang, Golkar Ingatkan Penyelenggara Pemilu Jangan Coba Main Politik

Diskualifikasi Pasangan Ilyas Panji-Endang, Golkar Ingatkan Penyelenggara Pemilu Jangan Coba Main Politik

BP/IST
Wakil Ketua Umum (Waketum) sekaligus Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung

Palembang, BP

Terkait diskualifikasi pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Ogan Ilir (OI), HM Ilyas Panji Alam-H Endang PU Ishak oleh KPU OI atas rekomendasi Bawaslu OI yang termasuk Golkar mengusung pasangan ini  menuai polemik.

Wakil Ketua Umum (Waketum) sekaligus Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung yang meminta penyelenggara pemilu untuk tidak coba-coba bermain politik.

“Kita ingatkan bagi teman-teman penyelenggara Pemilu jangan coba bermain politik. Kita monitor penyelenggara Pemilu Bawaslu dan KPU, kalau ketahuan tanggung akibatnya,” kata Doli usai membuka Kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pemenangan Pemilu dan ToT Badan Saksi Nasional (BSN) Partai Golkar Sumsel di Hotel Santika Premiere Bandara,  Kamis (22/10).

Menurut mantan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini, terkait masalah yang membelit paslon yang diusung Partai Golkar ini, pihaknya saat ini berjuang keras bersama parpol koalisi yang lain untuk mengembalikan hak Ilyas-Endang sebagai kontestan Pilkada OI melalui jalur hukum.

Disampaikannya, pada Pilkada Serentak 2020 kali ini total secara keseluruhan di Indonesia terdapat enam paslon peserta Pilkada yang direkomendasikan Bawaslu untuk di diskualifikasi. Lima paslon diantaranya yang diusung Partai Golkar, empat paslon sudah diputus oleh pengadilan. “Di beberapa daerah sudah tidak ada lagi masalah, termasuk untuk yang di Ogan Ilir ini sebetulnya tidak ada masalah. Tapi ya yang namanya politik,” keluh Doli.

Dan karena masalah paslon di OI ini sudah di Pengadilan, pihaknya akan berupaya maksimal untuk mengembalikan paslon yang diusung Golkar jadi peserta Pilkada 2020.

“Kita punya argumentasi hukum yang kuat kalau kita tidqk salah, oleh karena itu kalau ada yang ketahuan main- main, maka hati- hatilah. Kalau terbukti salah (Bawaslu dan KPU OI) nanti ada DKPP dan mekanisme hukum yang lain,” tegas anggota Komisi II DPR RI yang salah satunya bermitra dengan KPU RI dan Bawaslu RI ini.

Masih terkait persoalan ini, menurut Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana mengatakan, saat ini jawaban dari KPU OI sudah diterima oleh MA.

“ Jawaban kita sudah di Mahkamah Agung, jadi menunggu hasil sidang mereka , itu khan sidang tidak manggil,” kata Kelly usai mengikuti debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati OKU Timur di Hotel Excelton Palembang, kamis  (22/10).

Jawaban tersebut berisikan apa yang diputuskan KPU OI yang dilengkapi dengan bukti-bukti.

Menurut Kelly, tidak ada pemanggilan saksi-saksi namun lebih berdasarkan jawaban dan bukti-bukti yang ada .

“ Kini pasangan Ilyas Panji-Endang stop aktivitas khan didiskualifikasi, baliho-baliho karena dia didiskualifikasi siapa yang melarangnya kecuali keamanan seperti satpol PP , kepolisian sah-sah saja dia nak sosialisasi, tapi bukan namanya kampanye yang difasilitasi KPU,” katanya.

Pihaknya juga akan membimbing KPU OI apa yang telah mereka buat , apalagi KPU Sumsel punya divisi hukum sebelumnya disampaikan dulu ke KPU RI dan dibahas tim hukum KPU RI sebelum ke MA.

“Ini khan keputusannya ada dua menolak atau menerima, jadi apapun putusan MA itu menolak atau menerima kita harus tetap melaksanakan langkah-langkah, kalau misalnya di tolak artinya paslon nomor 2 menang berarti KPU harus mengeluarkan keputusan baru penetapan kembali mereka sebagai calon, kalau seandainya diterima artinya kita yang menang , akan ada satu pasangan calon berarti KPU harus menetapkan kembali pasangan calon tunggal dan harus melakukan langkah-langkah sesuai pasangan calon tunggal,” katanya.

Mengenai optimistis menang di MA, Kelly mengaku tidak bisa menjawab.

“ Kita enggak tahu upaya-upaya pihak paslon nomor 2 misalnya apakah mereka menemukan kajian hukum lain yang bisa meruntuhkan jawaban-jawaban kita, jadi kita tidak , apapun itu kita terima,” katanya.#osk

x

Jangan Lewatkan

Bamsoet: Optimalisasi SDM Melalui Peningkatan Literasi Teknologi Menjadi Kunci Utama

Diskusi ‘Mengoptimalkan SDM di Tengah Pandemi Covid-19’ Jakarta, BP–Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyoroti tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) ...