Home / Headline / Sidang Kasus Korupsi Pembangunan Pagar Makam, Saksi Akui Ada Mark Up

Sidang Kasus Korupsi Pembangunan Pagar Makam, Saksi Akui Ada Mark Up

BP/IST
Kasus perkara dugaan korupsi pembangunan pagar makam Kota Pagaralam yang menjerat dua terdakwa yakni mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pagaralam H. Sukman SE. MM selaku pengguna anggaran pada tahun 2017 lalu dan terdakwa Dolly Hyrven selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) digelar di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Palembang, Rabu (21/10).

Palembang, BP

Kasus perkara dugaan korupsi pembangunan pagar makam Kota Pagaralam yang menjerat dua terdakwa yakni mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pagaralam H. Sukman SE. MM selaku pengguna anggaran pada tahun 2017 lalu dan terdakwa Dolly Hyrven selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) digelar di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Palembang, Rabu (21/10).

 

Sidang yang diketuai majelis Hakim Adi Prasetyo SH MH, dengan agenda menghadirkan empat orang saksi termasuk saksi  Muhammad Toad.

 

Dihadapan majelis hakim, saksi Toad yang juga merupakan terdakwa dalam kasus yang sama ini mengaku sebagai pelaksana lima paket proyek pekerjaan pembangunan sarana dan prasarana pemakaman pada Dinas Sosial Kota Pagar Alam Tahun Anggaran 2017.

 

Ketika ditanya  pertanyaan oleh majelis hakim terkait dengan pekerjaan fisik lima paket proyek pembangunan tersebut,

saksi Toad mengakui bahwa dalam hal pengerjaan pembangunan fisik proyek itu banyak yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) salah satunya markup harga serta tidak sesuai volume.

“Ya pak hakim, dalam pengerjaan proyek itu tidak sesuai dengan RAB nya sudah dikurangi volume dan kuantitas proyek, contohnya pengadaan pipa yang kualitasnya dan harganya jauh dibawah standarnya pak” kata  Saksi Toad .

Toad juga mengakui terhadap lima CV yang diajukannya dalam pengerjaan proyek itu telah memalsukan tanda tangan perjanjian kontrak atas nama direktur masing-masing CV.

Mendengar pengakuan Toad, sontak saja hakim Adi Prasetyo sedikit geram dikarenakan saksi terkesan berbohong dan menutupi fakta-fakta yang banyak tidak sesuai dengan BAP terdakwa.

“Saudara saksi sudah dibawah sumpah ya, jika kami dapati saudara berbohong akan tau sendiri resikonya”. Katanya.

Sedangkan Arif Budiman SH dan Dwi Wijayanti SH selaku penasihat hukum kedua terdakwa mengatakan sebagaimana keterangan saksi-saksi yang dihadirkan pada persidangan itu mengungkap fakta-fakta adanya kejanggalan dalam pengerjaan proyek.

 

“Seperti yang kita lihat dan dengarkan tadi terutamanya saksi Toad mengakui adanya manipulasi data seperti perjanjian kontrak yang ternyata ditanda tanganinya sendiri meskipun berdalih telah mendapat izin dari direktur masing-masing CV”. Kata Arif.

 

Untuk itu, dirinya berharap majelis hakim dapat jeli melihat fakta-fakta dari keterangan saksi-saksi untuk menjadi bahan pertimbangan majelis hakim dalam mengungkap perkara ini.#osk

x

Jangan Lewatkan

Pria di Palembang Tega Pukul Kepala Ibu Kandung karena Tak Diberi Uang

Palembang, BP Seorang pria muda di Palembang tega menganiaya ibu kandungnya dengan memukul kepala dan menendang perut. Perilaku tak terpuji ...