Home / Headline / Tanaman Sela, Solusi di Saat Harga Padi, Karet, dan Sawit Turun

Tanaman Sela, Solusi di Saat Harga Padi, Karet, dan Sawit Turun

Bersama warga desa.

Inderalaya, BP–Tanaman sela menjadi tanaman solusi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Sebagai solusi saat harga komoditi utama pertanian seperti karet, sawit, dan padi turun.

Program pertanian tersebut ditawarkan Paslon No 1 Panca Mawardi Yahya-Ardani saat berkampanye di Desa Arisan Jaya, Talang Pangeran Ilir dan Ulu, Kecamatan Pemulutan Barat, Selasa (20/10/2020).

Tanaman sela adalah tanaman lain di sela-sela tanaman pokok seperti padi, karet, ataupun sawit. Untuk budidaya tanaman sela seperti jeruk, palawija, sayur mayur, cabai, jagung, kacang tanah, dan sejenisnya.

Seperti yang dikatakan Warga Dusun 2, Desa Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan Barat bernama Wahilah. Ibu yang memiliki 6 orang anak dan 6orang cucu tersebut mengatakan, saat ini banyak lahan sawah sudah berubah fungsi menjadi lahan perkebunan cabai.

Dijelaskannya untuk menanam cabai dengan luas tanah 1ha harus mengeluarkan modal Rp20 juta. Uang tersebut digunakan untuk membeli bibit, pupuk, racun, jika hasil pertanian bagus bisa menghasilkan 5 ton dengan nilai Rp 50-100 juta per tahun, sementara jika menanam padi dengan modal yang sama, hasil panen setahun hanya mencapai Rp25-30 juta per tahun.

“Jadi sekarang warga banyak menyulap lahannya menjadi perkebunan cabai. Saat ini harga cabai dikebun Rp20ribu/kg sementara dipasaran Rp30 ribu/kg, kalau harga cabai dikebun Rp50 ribu/kg harga dipasaran bisa Rp80-100 ribu/kg. Ya kami ingin pilih Pak Panca MY sebagai bupati, beliaukan muda memiliki pemikiran cemerlang inovasi kebijakan bagus untuk mensejahterakan masyarakat. Kami minta nanti bantuan bibit,pupuk,racun dan peralatan pertanian,bahkan bantuan akomodasi untuk menjual cabai agar harganya tinggi,” ujarnya.

Warga Desa Talang Pangeran Ulu, Kecamatan Pemulutan Barat, Rohimah, mengatakan dirinya beralih menanam cabai sejak 5tahun silam. “Saya punya 1/2ha tanah, dulu tanam padi sekarang tanam cabai,soalnya lebih ubtung. Modal Rp10 juta bisa dapat hasil Rp30 juta setahun, karena nanam cabai ataupun padi hanya bisa dilakukan pada Mei-November. Sementara pada Desember-April sudah masuk musim banjir,jadi tidak bisa bercocok tanam. Kalau kendala biasanya tanaman terkena hama, banyak ulet kepi, saat ini banjir jelek hasilnya jadi busuk. Kita juga ingin bantuan kepada Pak Panca MY saat jadi bupati,bagaimana caranya harga komoditi pertanian tidak naik turun,namun cenderung stabil dan naik agar pendapatan masyarakat meningkat,” katanya.

Ketua Panglima Kemenangan Paslon 1 Panca MY-Ardani bernama Aw Noviadi MY mengatakan tanaman sela diharapkan bisa membantu masyarakat untuk meningkatkan perekonomian, sehingga tak hanya mengandalkan tanaman utama seperti padi,karet dan sawit.

“Kalau daerah sini banyak yang bertanam cabai, tentunya tantangan berkebun cabai liar biasa. Karena modalnya besar, saat panen ada kendala hama, saat panen ada kendala harga yang tidak stabil. Ini perlu peranan pemerintah,  jadi kita akan tawarkan solusi untuk meningkatkan pendapatan guna meningkatkan harkat martabat masyarakat di desa ini,jelas suami Anggita Moran ini.

Sementara Calon Bupati OI Panca Wijaya Akbar MY mengatakan banyaknya petani cabai di daerah ini diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian sayur mayur khususnya cabai. “Tentunya akan kita bantu akomodasi agar memudahkan untuk penjualan cabai ke Pasar Jakabaring dengan harga yang lebih tinggi,” jelasnya. #hen

x

Jangan Lewatkan

Teror Kembali Terjadi di Sulteng Hendardi: Pemerintah Jangan Lengah

Jakarta, BP–Aksi teror dan ekstremisme-kekerasan kembali terjadi di Dusun Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. ...