Home / Headline / Plt Bupati Muara Enim Juarsah Bersaksi  Di sidang Kasus Fee 16 Proyek

Plt Bupati Muara Enim Juarsah Bersaksi  Di sidang Kasus Fee 16 Proyek


BP/IST
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Plt Bupati Muara Enim, H Juarsah SH, dalam sidang kasus dugaan fee 16 paket proyek di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (20/10).

Palembang, BP

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Plt Bupati Muara Enim, H Juarsah SH, dalam sidang kasus dugaan fee 16 paket proyek di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (20/10).

Dengan menggunakan peci berwarna hitam, pakain batik berwarna coklat muda, Juarsah hadir di ruang sidang Tipikor Palembang sebagai saksi bersama ke3 saksi lainnya, sementara saksi Ahmad Yani mantan Bupati Muara Enim dihadirkan melalui virtual.

Juarsah dihadirkan oleh Jaksa Penuntun Umum (JPU) KPK, sebagai saksi yang menjerat dua terdakwa yakni Aries HB Ketua DPRD Muara Enim nonaktif dan Ramlan Suryadi mantan PLT Kepala Dinas PUPR Muara Enim.

Sidang lanjutan ini masih dengan agenda mendengarkan keterangan dari 4 saksi, yang diantaranya Plt Bupati Muara Enim  H Juarsah SH.

Dari pantauan diruang sidang, dihadiri 9 orang kuasa hukum dari terdakwa Haris HB, dan Ramlan Suryadi.

Sidang dijalankan dengan penerapan protokol kesehatan. Dipimpin oleh Hakim Ketua Erma Suharti SH MH.

Sebagaimana diketahui, sidang ini digelar terkait kasus suap dalam 16 paket proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim senilai hampir Rp 130 miliar.

Tepatnya dalam kasus dugaan korupsi Fee Proyek 15% dari rencana pekerjaan 16 paket proyek senilai Rp 130 Milyar yang terkait dengan dana aspirasi DPRD Kabupaten Muara Enim di dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran (TA) 2019.

Kasus ini juga menyeret Bupati Muara Enim non aktif, Ahmad Yani yang sudah lebih dahulu ditetapkan bersalah terlibat dalam fee proyek.

Ahmad Yani terjaring OTT KPK beberapa waktu lalu dan kini menjalani hukuman 5 tahun penjara.

Tak hanya itu, Robi Okta Pahlevi sebagai kontraktor proyek dan A. Elfin MZ Muchtar yang menjabat PPK proyek juga divonis bersalah dalam kasus ini.

Robi divonis 3 tahun dan Elfin divonis 4 tahun penjara.

Sedangkan Aries HB dan Ramlan Suryadi ditetapkan sebagai tersangka karena disebut-sebut turut serta menerima sejumlah uang sebagaimana pengakuan dari dua terpidana itu.

Keduanya kini masih menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang.#osk

x

Jangan Lewatkan

Pria di Palembang Tega Pukul Kepala Ibu Kandung karena Tak Diberi Uang

Palembang, BP Seorang pria muda di Palembang tega menganiaya ibu kandungnya dengan memukul kepala dan menendang perut. Perilaku tak terpuji ...