Home / Headline / Diduga Tidak Sesuai Spek, DPRD OI Gerah Soal PIN Emas 

Diduga Tidak Sesuai Spek, DPRD OI Gerah Soal PIN Emas 

PIN emas yang diduga tidak sesuai spek

#Diduga Oknum ASN  Berinisial ABD Merupakan Adik Calon Bupati yang Sudah Didiskualifikasi Ikut ‘Bermain’  Untuk Pengadaan PIN Emas 

Inderalaya, BP–Anggota DPRD Ogan Ilir (OI) gerah dan mengeluhkan PIN emas yang diduga tidak sesuai spek. Berdasarkan anggaran, 40 PIN dewan berlogo DPRD OI tersebut senilai Rp495 juta, dengan berat 8 gram jenis emas 22 karat per PIN. Namun PIN emas tersebut diduga kurang kadar emasnya dan kurang mengkilat.

Pengadaan PIN emas senilai Rp495 juta tersebut dikerjakan oleh CV Niomel yang beralamat di Jalan Tasik Lorong III Rt 06 Kelurahan Inderalaya Mulya, Kecamatan Inderalaya, Ogan Ilir. Mirisnya diduga ada oknum ASN berinisial ABD, yang merupakan adik dari Calon Bupati Ilyas Panji Alam yang didiskualifikasi turut ‘bermain’ dalam proyek pengadaan PIN emas tersebut.

Salah satu yang mengeluh adalah Mul, ia mengatakan PIN emasnya kurang mengkilat. “Ya sebenarnya kalau melihat bentuk sih sama saja seperti 5 tahun kemarin berlogo DPRD OI, cuma kurang mengkilat saja. Entah saya juga tidak tahu apakah kadar emasnya berkurang atau tidak. Yang mengerjakannya siapa proyek ini saya juga tidak tahu. Apakah ada orang dalam atau tidak saya juga kurang mengerti,” jelasnya, Minggu (18/10).

Sementara itu Anggota DPRD OI Ikbal belum mengambil PIN emas yang dimaksud. “Saya kurang tahu juga soalnya saya belum ambil pin itu, maklumlah beberapa waktu ini sibuk mengikuti kampanye. Kalau memang benar adanya dugaan kurang spek, maka salah jika hal itu dilakukan, apalagi saat ini harga emas tinggi. Seharusnya diperbaiki  kalau tidak bisa dikenakan sanksi pidana. Saya dengar produksi pin itu buatnya di Tanjungbatu, ya nanti saya cek dululah,” jelasnya.

Kabag Umum dan Keuangan DPRD OI Iskandar mengaku tidak mengetahui persis soal dugaan pengadaan pin emas yang bermasalah tersebut. Namun dari Sekretariat DPRD OI sudah ada yang dimintai keterangan kepada Polres OI.

“Ya kabarnya sudah ada yang dimintai keterangan oleh Polres OI, bagaimana hasilnya saya tidak tahu. Pengadaan pin ini sudah selesai 100persen, barang sudah diterima anggota, mungkin ada beberapa orang yang belum ambil. Kalau soal dewan komplain atau tidak kurang tahu juga,” jelasnya.

Disinggung soal adanya dugaan bahwa pengadaan pin emas DPRD tersebut ada oknum ASN berinisial ABD, yang  merupakan adik dari Calon Bupati Ilyas Panji Alam yang didiskualifikasi turut ‘bermain’ dalam proyek pengadaan PIN emas tersebut, Iskandar mengaku kurang mengetahui hal tersebut.

“CV pengadaan pin emas ini dari Inderalaya. Kalau soal adanya dugaan orang dalam bermain mungkin juga saya tidak tahu juga. Ya bisa jadi, saya pernah tanya itu kepada ABD namun dia bicara tidak jelas, pengadaan ini PPTK-nya memang dia. Setahu saya persoalan ini sudah masuk ke Tipikor Polres OI,” ujarnya.

Bendahara Sekeretariat DPRD OI Salamun mengatakan tidak tahu persis secara detail terkait kadar emas dan jumlah anggaran.

 

“Saya tidak tahu pasti untuk tekhnisnya baik itu anggaran atau pun jumlah kadar emasnya, coba tanya dengan PPTK-nya itu Pak ABD tanya beliau saja. Saya hanya membuatkan SPM untuk diajukan ke BPKAD,” kata dia.

Terpisah Oknum PPTK Pengadaan PIN Emas sekaligus Adik Calon Bupati OI Yang Sudah Didiskualifikasi Ilyas Panji Alam yaitu ABD saat diwawancarai mengaku tidak mengetahui persoalan tersebut. “Saya tidak tahu, tanya saja ke Rusli (entah siapa Rusli yang dimaksud-red),” tegasnya. Saat disinggung apakah dirinya diduga turut bermain dalam pengadaan pin emas tersebut, ia membantah keras. “Pokoknya saya tidak tahu!,” ucapnya sambil berlalu.#hen

 

hen

x

Jangan Lewatkan

BKB – Masjid Suro Ditata Jadi Wisata Kota Tua Palembang

Palembang, BP Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tengah merencanakan melakukan penataan Benteng Kuto Besak (BKB) untuk menjadi destinasi wisata baru Kota ...