Home / Headline / Terima Surat dari MA, KPU OI Tak Mau Tanggapi Soal Pelaporan Sengketa yang Diduga Tak Sesuai Prosedur

Terima Surat dari MA, KPU OI Tak Mau Tanggapi Soal Pelaporan Sengketa yang Diduga Tak Sesuai Prosedur

Ketua KPU OI Masuryati

Inderalaya, BP–KPU Ogan Ilir (OI) sudah menerima surat dari Mahkamah Agung (MA) terkait gugatan pendiskualifikasian yang dilakukan terhadap paslon no urut 2 Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak. Surat dikirim via email dan akan dibalas pada Selasa (20/10/2020).

“Kita sudah menerima surat elektronik via email dari dari MA, yang menyatakan bahwa ada upaya hukum yang dilakukan oleh bersangkutan dengan melakukan laporan ke MA. Karena itu KPU OI akan menindaklanjuti laporan tersebut,” jelas Ketua KPU OI Masuryati, Sabtu (17/10).

Pihaknya menerima surat tersebut sore lalu yang dikirimkan ke KPU OI. Surat tersebut menyatakan bahwa memberitahukan kepada KPU OI yang disebut pihak termohon. “Saya bacakan ya isinya. Bahwa saya atas nama Ashadi Panitera Muda Tata Usaha MA, atas perintah Ketua MA RI memberitahukan kepada KPU OI yang berkedudukan di Jalintim KM 35 disebut pihak termohon. Isi surat tentang permohonan sengketa pelanggaran administrasi pemilihan yang diajukan oleh HM Ilyas Panji Alam dan disebut pemohon,” ujarnya.

Dengan adanya surat yang dikirimkan ke KPU OI, menurut Massuryati, pihaknya akan melakukan langkah untuk membalas surat pada Selasa (20/10) dengan memberikan jawaban kepada MA. “Jika nanti sampai mengikuti proses pengadilan, ya kita ikuti saja. Yang jelas kita juga ada tim advokasi dari KPU OI. Namun proses ini tak menghalangi untuk KPU tetap melaksanakan jalannya proses pilkada sesuai Per-KPU No 5. Kita juga kemarin sudah menetapkan jumlah DPT di OI sebanyak 294.629 pemilih, jumlah tersebut menurun 1185 pemilih dari jumlah DPS sebelumnya sebanyak 295.914 pemilih,” jelasnya.

Disinggung apakah upaya hukum yang dilakukan oleh paslon no urut 2 Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak yang sudah tereleminasi atau diskualifikasi sudah benar dan sesuai prosedur, Massuryati enggan menanggapi hal tersebut.

“Saya tidak menanggapi hal itu, mau dia laporkan ke MA atau PTUN atau ke mana silakan saja. Yang jelas apakah prosedurnya benar atau tidak saya tidak menanggapi, kami hanya mengikuti aturan saja saat ini membalas surat dari MA, selanjutnya kita lihat prosesnya,” jelasnya.

Dalam surat terbuka yang disebar di FB, Paslon No Urut 2 Ilyas Panji Alam-Endang PU Ishak yang sudah didiskualifikasi menyampaikan pesan agar tetap tenang dan berdoa, selalu semangat, jangan kendor.

“Masih ada upaya-upaya hukum yang bisa kita tempuh, percayakan semua nya kepada Tim Hukum pemenangan Ilyas – Endang. Pelaksanaan kampanye Tim Ilyas – Endang masih terus berjalan. Jaga solidaritas rapatkan barisan, jaga kekompakan,” kata Yulian Gunhar dalam surat terbukanya yang disebar via FB dan diposting oleh laman Wahyudi Maruwan. #hen

x

Jangan Lewatkan

Museum Harus Jadi Media Pembelajaran dan Pembinaan Karakter Bangsa

Palembang, BP Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  Provinsi Sumsel dan UPTD Taman Wisata  Kerajaan Sriwijaya ...