Ultimate magazine theme for WordPress.
BI

Groundbreaking Jalan Tol Ruas Palembang-Betung, Sejumlah Exit Tol di Banyuasin Masih Dibicarakan

Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati. (BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP–Groundbreaking pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Palembang-Betung Kabupaten Banyuasin dilaksanakan di Desa Mainan Musi Landas, Banyuasin, Kamis (15/10).

Groundbreaking dihadiri Dirjen Bina Marga PUTR Hedi Rahadian, Direksi Presiden Waskita Karya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Pari Kesit, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  Herman Deru, dan Bupati Banyuasin Askolani dan Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati.

Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati mengatakan, jalan tol yang sudah selesai kini adalah Jalan Tol Kayu Agung-Palembang (Kapal) dan untuk Jalan Tol Palembang-Betung sudah dilaksanakan.

“Ada beberapa exit tol yang masih dibicarakan terutama di Banyuasin, karena dalam desainnya exit tolnya di Pulau Rimau, bupati minta exit tolnya di Suak Tapeh,” kata politisi Partai Golkar ini.

Baca:  Exit Tol Pedu, Tol Kapal Betung Tidak Bisa Dibebaskan PT Waskita Tol Sriwijaya

Yang paling senang dirinya mendengarkan , dimana DPRD Sumsel mengucapkan terima kasih dimana apa yang disampaikan pihak PT Waskita yaitu mandatory kepada kontraktornya untuk menggunakan transper pusat harus melalui Bank Pembangunan Daerah.

“ Sehingga ini tantangan bagi Bank Pembangunan Daerah untuk gerak cepat untuk pendekati para pelaku usaha di sana khususnya berhubungan dengan jalan tol agar perekonomian bisa lebih meningkat,” katanya.

Baca:  Exit Tol Pedu, Tol Kapal Betung Tidak Bisa Dibebaskan PT Waskita Tol Sriwijaya

Sedangkan Gubernur Sumsel Herman Deru mengakui, pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Palembang -Betung mengalami sedikit kendala terkait pembebasan lahan di Kabupaten Banyuasin.

“Ada 20 persen masalah pembebasan lahan di Kecamatan Suek Tapeh Kabupaten Banyuasin,” kata Gubernur.

Tol Palembang-Betung masuk ke bagian jalan tol Kapal Betung (Kayuagung-Palembang-Betung). memiliki total panjang 111,69 km yang terbagi menjadi Seksi 1A Kayu Agung—Jakabaring (33,50 km), Seksi 1B Jakabaring—Jalintim (9 km), Seksi 2 Jalintim—Musilandas (24,90 km), dan Seksi 3 Musilandas—Betung (44,29 km).

Baca:  Exit Tol Pedu, Tol Kapal Betung Tidak Bisa Dibebaskan PT Waskita Tol Sriwijaya

Camat Suak Tapeh Sanhadiman Ralibi mengatakan, sampai sekarang pemerintah kecamatan belum mendapat konfirmasi soal pembebasan lahan.

Menurutnya, ada 59 warga yang tanahnya dilintasi jalan tol hingga kini belum jelas soal pembebasan.

Ada tiga desa di Suak Tapeh yang dilintasi tol ini yaknik Desa Lubuk Lancang 13 orang, Desa Biuku 14 orang, dan Desa Durian Daun 32 orang.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...