Home / Headline / Prihatin, Juru Pelihara Situs Candi Batu Lesung, Sejak Tahun 1993 Tak Terima Honor Pemerintah

Prihatin, Juru Pelihara Situs Candi Batu Lesung, Sejak Tahun 1993 Tak Terima Honor Pemerintah

BP/IST
Idris Ibrahim (60), juru pelihara Situs Candi Batu Lesung di Desa Subik, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS)

Palembang, BP

Kehidupan Idris Ibrahim (60), juru pelihara Situs Candi Batu Lesung di Desa Subik, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) sangat memprihatinkan lantaran sejak tahun 1993, tidak mendapatkan honor dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi.

“Saya sudah tidak terima sejak 1993 sampai sekarang Oktober 2020. Saya bertanya kepada pihak terkait, apa penyebabnya?” katanya, Rabu (14/10) kepada Kepala Museum Negeri Sumatera Selatan Chandra Amprayadi, yang melakukan kunjungan ke Candi Batu Lesung, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) Selasa (13/10).

Menurut Idris ,  SK terakhir pengangkatan dirinya sebagai juru pelihara situs pada 2002. Namun tak kunjung mendapat honor dari pemerintah hingga saat ini.

Apalagi menurutnya situs ini sering dikunjungi wisatawan lokal maupun  mancanegara. “Sepengetahuan saya, candi ini masih aktif sampai sekarang,” katanya.

Sedangkan keluarganya turun temurun menjadi juru pelihara situs Candi Batu Lesung. Bahkan sampai tiga generasi dari kakek, ayahnya, baru kemudian dirinya.

Dikatakan pula, tim peneliti Balai Arkeologi Sumatera Selatan di bawah pimpinan Sondang Martini Siregar, pernah melakukan penelitian di Candi Lesung pada 2008 silam.

“Mereka melakukan penggalian. Yang ditemukan batu benawa dan piring. Ini merupakan keramik peninggalan dari Cina. Benda-benda yang ditemukan itu lantas mereka bawa ke Jambi,” katanya.

Idris mengaku gundah dikala  usianya yang senja dan nantinya putranya bersedia menggantikan dirinya menjadi juru pelihara Candi Batu Lesung namun putranya ingin ada kepastian jaminan hidup menjadi juru pelihara Candi Batu Lesung ini.

“Karena usia sudah sepuh, saya percayakan tugas ini kepada anak saya, Reza Prandika. Dia lulusan S1 Fakultas Ekonomi UIN Raden Fatah Palembang,” katanya..

Malahan dirinya  sudah membicarakan hal ini secara empat mata dengan putranya. Dan sang putra bersedia menggantikan dirinya.

Sedangkan Kepala Museum Negeri Sumatera Selatan Chandra Amprayadi berjanji akan menyampaikannya keluhan Idris kepada BP3 Jambi untuk secepatnya ditindaklanjuti.

“Kita akan sampaikan ke teman-teman di BP3 Jambi untuk memperhatikan nasib Pak Idris,” katanya.

Menurut Chandra, mestinya Idris bernasib seperti juru pelihara lain. Mendapat honor bahkan diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara.#osk

 

 

 

 

x

Jangan Lewatkan

Mualimin: Tak Terpenuhi Rasa Keadilan, Masyarakat Bisa Uji Publik Keputusan MA 

# Belum Ada Salinan Amar Putusan MA Inderalaya, BP–Hingga saat ini KPU Ogan Ilir (OI) belum menerima salinan hasil keputusan ...