PDAM Tirta Musi Tahun 2022 Sampai 2021 Lakukan Peningkatan Produksi Air Bersih

4

BP/IST
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) daerah pemilihan (Dapil) II kota Palembang menggelar reses ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)  Tirta Musi, Rabu (14/10) .

Palembang, BP

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) daerah pemilihan (Dapil) II kota Palembang menggelar reses ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)  Tirta Musi, Rabu (14/10) .

Anggota DPRD Sumsel dipimpin koordinator  Dapil II H Budiarto Marsul (Gerindra), anggota DPRD Sumsel dapil II seperti Antoni Yuzar (PKB) , M Yansuri (Golkar),  Tamtama Tanjung (Demokrat), Zulkifli Kadir (PDIP) , Nopianto (Nasdem) dan HM Anwar Al Syadat (PKS) dan diterima oleh Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Musi Palembang, Andi Wijaya dan jajaran.

Baca:  Ultah ke 57, Anita Noeringhati Ingin Tetap Berkontribusi Demi Kemajuan Sumsel

Koordinator Dapil II H Budiarto Marsul menjelaskan dari hasil pertemuan tadi pihak PDAM Tirta Musi  dalam waktu dekat akan membuat penampungan air bersih atau intake untuk memenuhi suplay permintaan pelanggan air bersih di Palembang.

“Pembuatan intake itu, menanggapi keluhan warga tentang permintaan air bersih yang belum berimbang dengan suplay dari PDAM,”  katanya usai reses.

Baca:  Komisi IV DPRD Palembang Merasa Dilecehkan

Menurut anggota Komisi I DPRD Sumsel ini, kemungkinan, peningkatan  produksi air bersih maka PDAM Tirta Musi itu akan lakukan pada tahun 2022 sampai 2023.

“Terkait masalah kenaikan tarif masih dilakukan studi, yang jelas diharapkan hasilnya nanti baik pelanggan masih terbayar dan tentunya operasional PDAM tetap berjalan,” katanya.

Semantara itu, Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Musi Palembang, Andi Wijaya menjelaskan, kedatangan anggota DPRD Sumsel bisa memberikan dukungan untuk produktivitas PDAM kedepan.

Baca:  Pengganti Kelly Mariana, KPU Sumsel Tunggu Keputusan KPU RI

“PDAM Tirta Musi sedang ada proses untuk meminta lahan dari provinsi di daerah Kalidoni untuk pembuatan penampungan (intake) baru,”  katanya.

“Untuk tarif masih saat ini masih Rp4000/kubik, kenaikan tarif masih dilakukan studi oleh pihak konsultan,” katanya.#osk