Home / Headline / DPRD Sumsel Pertanyakan Nasib Guru Honor di Sumsel Ke BKN Regional VII Palembang

DPRD Sumsel Pertanyakan Nasib Guru Honor di Sumsel Ke BKN Regional VII Palembang

DPRD Sumsel Pertanyakan Nasib Guru
Honor di Sumsel Ke BKB Regional VII Palembang

Palembang, BP

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Daerah Pemilihan (Dapil) I Kota Palembang melakukan reses dengan mendatangi Badan Kepegawaian  Negara (BKN) Regional VII  Palembang, Selasa (13/10).

Kedatangan anggota DPRD Sumsel dipimpin koordinator Dapil I Kota Palembang yang juga Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati dan dengan anggota Chairul S Matdiah (Demokrat) , Kartak Sas (PKB) , Mgs Syaiful Padli (PKS)  diterima  Rusdi Laili  Kabid   Pengembangan dan Supervisi  Pengawai (Bangsipeg), Wolter Simamarta selaku Kasi Bangsipeg didampingi sejumlah staf dari BKN Regional VII Palembang.

Menurut Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj RA Anita Noeringhati mengatakan , pihaknya mendatangi Badan Kepegawaian  Negara (BKN) Regional VII  Palembang mempertanyakan pekerjaan rumah (PR) yang lama terkait guru honor yang Surat Keputusan (SK) dari kabupaten kota tapi sekarang sudah menjadi kewenangan  provinsi.

Sehingga pihaknya memberikan intensif saja masih harus mendapatkan payung hukum.

“ Selain itu kita mempertanyakan masalah pegawai P3K  sehingga kita tahu P3K tidak secara otomatis menjadi CPNS namun melalui prosedur test dan sebagainya, itupun masih menunggu perpres, alhamdulilah perpres sudah keluar sehingga itu menjadi catatan hukum kedepannya, karena bagaimanapun juga terutama sangat memperihatinkan nasib guru honor di  Sumsel , itu sudah sangat meresahkan,” katanya.

DPRD Sumsel menurut politisi Partai Golkar ini di tahun 2019 pihaknya sudah menganggarkan untuk insentif namun ternyata menjadi silpa, karena belum bisa terbayarkan dan payung hukum belum ada sehingga nanti kedepan ini DPRD Sumsel bisa menganggarkan untuk  guru honor.

“Tadi dari penjelasan pihak BKN jelas bahwa  beberapa peraturan perundangan harus dilewati, bagaimana memperjuangkan juga pegawai  pemerintah non pegawai negeri (PPNPN) nah itu bagaimana kita mencari regulasinya untuk  honor ini bisa ditingkatkan menjadi PPNPN , sehingga banyak PR kita untuk  mengangkat honor menjadi pegawai yang layak artinya honor itu dinilai bukan hanya sebatas uang tali asih yang tidak  layak tapi kita harus ada payung hukum  yang kita bisa memberikan dengan APBD,” katanya.#osk

 

 

x

Jangan Lewatkan

11 Penambang Batubara di Muaraenim Tewas Tertimbun  Longsor

Palembang, BP 11 orang pekerja tambang batu bara rakyat di Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim, Sumsel, ...