Home / Headline / Bandar Narkoba  Bunga Divonis 9 Tahun Penjara

Bandar Narkoba  Bunga Divonis 9 Tahun Penjara

BP/IST
Suhaimi terdakwa bandar narkoba yang ditangkap pada bulan April lalu di Jalan Kebun Bunga Kota Palembang ini divonis hukuman 9 tahun penjara dengan denda Rp 1 Miliar dan susbsider 3 bulan kurungan oleh Ketua  Majelis Hakim  Toch Simanjuntak di ruang sidang Pengadilan Negeri Klas 1 A khusus Palembang,  Selasa (13/10).

Palembang, BP

Suhaimi terdakwa bandar narkoba yang ditangkap pada bulan April lalu di Jalan Kebun Bunga Kota Palembang ini divonis hukuman 9 tahun penjara dengan denda Rp 1 Miliar dan susbsider 3 bulan kurungan oleh Ketua  Majelis Hakim  Toch Simanjuntak di ruang sidang Pengadilan Negeri Klas 1 A khusus Palembang,  Selasa (13/10).

Putusan tersebut lebih ringan  dengan tuntutan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Devianti minggu lalu, dengan hukuman 13 tahun penjara denda Rp 1 Miliar dan subsider 6 bulan.

“Dengan ini menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah membawa memiliki serta mengedarkan narkoba jenis sabu seberat 1,89 gram. Hal tersebut melanggar UU pasal 114 ayat 1 UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara hal-hal yang meringankan terdakwa mengakui kesalahannya dan bersikap sopan selama di persidangan,” kata hakim ketua Toch saat membacakan amar putusan.

Mendengar putusan tersebut terdakwa bersama kuasa hukumnya Triyasa menyatakan menerima putusan tersebut. “Baik pak Saya terima,” katanya.

Kuasa Hukum Terdakwa Triyasa menyatakan bahwa hukuman tersebut sudah sesuai dengan perbuatan terdakwa, sehingga pihaknya menerima putusan tersebut.

“Iya kami terima dan sangat bersyukur karena hakim bisa meringankan hukuman klien kami,” katanya.

Dalam dakwaan dirinya ditangkap lantaran pihak Ditresnarkoba Polda Sumsel mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa terdakwa kerap kali melakukan transaksi jual beli narkoba atau menjadi Bandar di Jalan Kebun Bunga.

Mengetahui hal tersebut tim pihak Ditresnarkoba Polda Sumel langsung ke TKP dengan melakukan penyamaran. Sesampainya di TKP pihak polisi langsung memantau lokasi.

Selang beberapa jam kemudian, pihak polisi melihat gerak gerik terdakwa yang mencurigakan. Dengan demikian salah satu  anggota polisi langsung menyamar dan mendekati  terdakwa.

Setelah  terdakwa berhasil didekati pihak polisi yang menyamar langsung menanyakan perihal apa yang dijual. Setelah melakukan negoisiasi, terdakwa pun langsung mengambil barang.

Saat hendak diberikan kepada polisi yang menyamar, pihak kepolisian yang lainnya pun bergegas melakukan penangkapan dan kedua terdakwa berhasil diamankan dan dibawa ke Polda Sumsel tanpa perlawanan.#osk

 

 

 

 

x

Jangan Lewatkan

KPK Selenggarakan Sertifikasi Penyuluh Antikorupsi Secara Daring

Jakarta, BP Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Pusat Edukasi Antikorupsi membuka pendaftaran Sertifikasi Penyuluh Antikorupsi secara daring. Penyelenggaraan kegiatan dilakukan ...