Home / Headline / Pencuri Sepeda Ditangkap

Pencuri Sepeda Ditangkap

BP/IST
pelaku M. Firdaus (35) dan Tono (35)

Palembang, BP

Melihat rumah korban sepi dan terlihat ada sepeda terparkir di teras, menjadi alasan dua pelaku untuk melakukan aksi pencuriannya.Pelaku M. Firdaus (35) dan Tono (35) akhirnya ditangkap polisi.

Pencurian tersebut terjadi di rumah korban bernama Martini (34) di Jalan Tunas Bangsa, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako Palembang, Kamis (1/10) pukul 21.00.

Kejadian tersebut bermula, saat korban meletakan satu unit sepeda jenis MTB aviator warna hitam orange di teras rumahnya dan korban masuk ke dalam untuk beristirahat.

Kemudian korban keluar rumah untuk menghidupkan mesin air, namun saat itu korban melihat sepedanya yang diparkirkannya tadi hilang.

Mendapati sepedanya hilang, Martini langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Palembang.

Kasat Reskrim AKBP Nuryono didampingi Kanit Ranmor Iptu Novel Iswandi mengatakan, mendapatkan laporan korban Unit Ranmor Sat Reskrim Polrestabes Palembang langsung melakukan penyidikan dan penyelidikan.

Setelah kita datangi rumah korban kita mencoba melihat rekaman CCTV tetangganya dan terlihat ada dua orang pelaku. Satu pelaku menaiki pagar dan satunya menyambut sepeda korban dari luar,” kata Nuryono Sabtu (10/10).

Nuryono mengatakan, mendapatkan informasi mengenai keberadaan pelaku anggotanya langsung bergerak cepat.

“Mendapatkan laporan pelaku anggota kita langsung melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku di tempat persembunyiannya Jumat (9/10) malam, tanpa adanya pelawanan. Dan saat ini kedua pelaku kita amankan untuk dilakukan proses lebih lanjut,” katanya.

Sementara, dua pelaku M. Firdaus (35) dan Tono (35) mengaku saat beraksi mereka memanjat pagar rumah korban.

“Saya yang menaiki rumah korban dan teman saya mengggu diluar pagar untuk menyambut sepeda tersebut. Jadi karena situasi rumah korban sepi dan kami melihat ada sepeda diparkirkan tanpa ditambahkan pengaman lantas kami memutuskan mencurinya,” katanya.

Setelah itu sepeda korban langsung dijual kedua pelaku. “Sepeda itu kami jual dengan harga Rp 500ribu, uangnya kami bagi rata. Kalau saya uangnya saya gunakan untuk makan dan beli rokok. Kami menyesal kalau tahu seperti ini lebih baik tidak melakukan perbuatan itu,” kata kedua pelaku.#osk

x

Jangan Lewatkan

Ketua PN Palembang Kena Sanksi Penundaan Pangkat Satu Tahun

Palembang, BP Badan Pengawas Mahkamah Agung (MA) menjatuhi sanksi pelanggaran etik kepada 52 hakim sepanjang bulan September 2020. Tak terkecuali ...