Demo di Kantor Gubernur Sumsel Ricuh

7

BP/IST
Aksi demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja yang berlangsung  di kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (9/10) akhirnya berakhir ricuh.

Palembang, BP

Aksi demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja yang berlangsung  di kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) oleh Massa dari aliansi Mahasiswa Sumsel  , Jumat (9/10) akhirnya berakhir ricuh.

Bentrok peserta demo dengan polisi dan aparat Satpol PP persis di depan pintu masuk Kantor Gubernur Sumsel  tak terhindarkan usai Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya, enggan menyatakan sikap menolak Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja.

Baca:  Dukung Palestina, Massa di Palembang Gelar Aksi Solidaritas

Diketahui mahasiswa menginginkan Wakil Gubernur Mawardi Yahya menandatangani penolakan terhadap UU tersebut. Namun Mawardi menolak, karena dirinya mengaku belum mempelajari draf UU tersebut.

Tak lama, ada oknum mahasiswa melempar botol air kemasan dan nyaris mengenai Mawardi. Kemudian, petugas Satpol PP Sumsel membawa Wagub Sumsel untuk diamankan masuk ke dalam Kantor Gubernur.

Baca:  Ketika Ibu-Ibu Datangi Kantor Kejati Sumsel, Soroti Tender Proyek LPSE

Bentrokan pun pecah. Aksi melempar botol mineral dilakukan mahasiswa ke arah Satpol PP dan polisi yang berjaga membuat barikade dan menghalau mahasiswa.

“Saya minta Satpol PP menahan diri dan mundur ke dalam,” kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji.

Usai bentrokan pecah lemparan botol mineral masih menyasar kearah Satpol PP dan Polisi yang berjaga.

Baca:  Pembahasan Raperda RPJMD Sumsel 2018-2023 Ricuh

Sejauh ini masa aliansi mahasiswa masih menunggu di depan kantor Gubernur. Mereka ingin Mawardi menandatangani pernyataan sikap untuk menolak UU itu.

 

“Kami akan print lagi kertas pernyataan sikap dan ditandatangani. Kalau alasannya kertas basah karena hujan, kami akan print yang baru,” ujar salah satu kordinator mahasiswa.#osk