Anak DiCabuli Ayah Tiri, Istri Lapor Polisi

7

BP/IST
Mmn (40) melakukan aksi cabul, dengan cara meniduri anak tirinya yakni NS (19). Akibatnya, Ttn (41),  melaporkan perbuatan suaminya itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polrestabes, Palembang, Jumat, (9/10).

Palembang, BP

Mmn (40) melakukan aksi cabul, dengan cara meniduri anak tirinya yakni NS (19). Akibatnya, Ttn (41),  melaporkan perbuatan suaminya itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polrestabes, Palembang, Jumat, (9/10).

Dihadapan petugas, NS yang ditemani ibunya mengaku peristiwa tersebut terjadi sejak bulan April 2016.

Diakuinya, peristiwa berawal saat rumahnya yang terletak di Kecamatan Sukarame, Palembang, dalam keadaan sepi dan hanya ada korban sendiri. Lalu tekuaknya aksi cabul ini, Kamis (8/10) sekitar pukul 19.30, usai sholat isya.

Baca:  Kosan Jadi Sasaran Curanmor

Saat itu, NS diajak terlapor untuk membeli bakso yang tak jauh dari rumah, usai membeli bakso kemudian terlapor mengajak korban untuk memberikan makan kambing di belakang rumahnya. Kemudian tiba-tiba hendak di cabuli, korban langsung kabur masuk pintu belakang.

Terlihat ketakutan dan trauma saat korban memanggil ibunya. “Ketahuan semalam pak. Anak saya ini mengetok pintu seperti orang ketakutan lalu, saya tanya kenapa, anak saya bilang hendak di perkosa bapak dan tangan ditarik-tarik. Saat itu saya bujuk dan anak saya menceritakan semua yang sudah terjadi’,” kata  Ttn kepada petugas.

Baca:  Seorang Anak Tenggelam di Bawah Jembatan Musi 6

Ttn juga mengatakan, aksi pemerkosaan ini pernah diketahui pada tahun 2017.

“Sudah pernah ketahuan pak. Saat itu terlapor keluar dari kamar ada saya dia bilang hanya pasang obat nyamuk. Lalu saat itu saya pun percaya dan tidak membesarkannya,” kata Ttn kembali menikah dengan terlapor pada 2006.

Selain itu, dari ceritanya anaknya, lanjut Ttn, anaknya sering kali kerap diancam oleh terlapor.

Baca:  Jenasah Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Sungai Musi

“Jadi setiap melakukan itu anak saya sering diancam, jika berteriak dan bercerita, terlapor akan membunuh saya dan anak saya. Jadi anak saya tidak percaya cerita dan baru semalam ketahuan,” katanya, sambil mengatakan NS putus sekolah sejak SD.

.Kasubag Humas Polrestabes Palembang AKP Irene, membenarkan adanya laporan tersebut. “Laporan sudah kita terima dan akan ditindaklanjuti oleh unit Perlindungan Perempuan dan anak (PPA), Polrestabes, Palembang,” katanya.#osk