Home / Headline / Enam Terdakwa TPPU Virtual Bank BRI Link Aja Divonis 4 Tahun Penjara

Enam Terdakwa TPPU Virtual Bank BRI Link Aja Divonis 4 Tahun Penjara

BP/IST
Enam terdakwa perkara transfer dana dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)  akibat lemahnya sistem pengamanan melalui akun virtual LinkAja bank BRI akhirnya divonis  4 tahun penjara oleh Ketua Majelis Hakim Abu Hanifah di ruang sidang Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus Palembang, Kamis (8/10).

Palembang, BP

Enam terdakwa perkara transfer dana dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)  akibat lemahnya sistem pengamanan melalui akun virtual LinkAja bank BRI akhirnya divonis  4 tahun penjara oleh Ketua Majelis Hakim Abu Hanifah di ruang sidang Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus Palembang, Kamis (8/10) secara virtual.

Kelimanya yakni Ahmad Imaduddin (23), Erik Kantona (24), Wais Al-Qorni (27), Loreno Gresyia (31) dan Mentari Suryani (26),  Derli (23). Keenamnya warga Palembang .

Putusan tersebut berbeda dari tuntutan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Indiyanti  dengan hukuman yang berbeda-beda pada minggu lalu.

“Dengan ini menyatakan bahwa keenam terdakwa (berkas terpisah) terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan TPPU sehingga dikenakan pasal UU ITE serta UU TPPU Pasal 85 UU No. 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Subsidair Pasal 82 UU No. 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana juncto Pasal 55 ayat (1) dan Hal-halyang merungankan terdakwa mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu kembali,” kata Hakim Abu sambil ngetuk palu.

Mendengar putusan tersebut  keenam terdakwa bersama kuasa hukumnya diberikan waktu satu minggu atas putusan tersebut apakah akan melakukan pikir-pikir dan sebagainya.

Diberitakan sebelumnya, dalam tuntutannya, keenam terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan tindak pidana dua pasal sekaligus.

Para terdakwa terbukti secara sah melakukan perbuatan melawan hukum melanggar Undang Undang ITE serta Undang Undang Tindak Pidana Pencucian Uang yakni Pasal 46 ayat 1 jo Pasal 8 ayat 1 UU nomor 19 tahun 2016 dan Pasal 3 atau 5 UU nomor 8 tahun 2010.

“Menuntut agar para terdakwa dipidana penjara selama 1,5 tahun, untuk terdakwa Derli sebagaimana perbuatannya menuntut agar terdakwa dipidana penjara selama 2 tahun,” sebut Jaksa bacakan tuntutan dalam sidang virtualnya.

Atas tuntutan itu, para terdakwa melalui masing-masing penasihat hukumnya akan mengajukan pledoi secara tertulis yang akan dibacakan pada sidang Rabu pekan depan.

Eka Sulastri SH, salah satu penasihat hukum terdakwa mengatakan, bahwa tuntutan jaksa itu menurutnya tidak sesuai dengan perbuatan terdakwa selaku kliennya.

Terungkap didalam dakwaan, perbuatan para terdakwa terjadi pada Desember 2019 silam, adapun modus yang dilakukan memanfaatkan kesalahan sistem pada Bank BRI yang menyebabkan nasabah yang bertransaksi Top Up LinkAja melalui BRIVA BRI di ATM/CRM BRI dana di rekeningnya tidak berkurang.

Hal tersebut mengakibatkan saldo terdebit dari transaksi Top Up Link Aja melalui BRIVA ATM menjadi ter-reversal.

Mengetahui hal itu secara bertahap masing-masing terdakwa melakukan transaksi pencairan uang tanpa mengurangi saldo rekening dari akun virtual LinkAja Bank BRI ke beberapa ATM dikota  Palembang, seperti ATM Bank BRI di Supermarket JM Plaju, ATM Bank BRI di Indomaret OPI Palembang,PLG-Indomaret Bagus, IDM Bagus Kuning, PLG-PD Keramik Indah, SPBU 23.306.23, Tribun Sumsel, JM Kenten, RS Azzahra, BRI KCP Sako, Pempek Patiko, BRI Unit Sudirman KM12.

Bahwa akibat perbuatan para terdakwa tersebut Bank BRI dalam dakwaan yang terpisah tersebut diduga mengalami kerugian total Rp 1.1 Miliar lebih, dengan rincian untuk terdakwa Ahmad Imaduddin diduga menggasak Rp 15.5 Juta, Terdakwa Derli dan Erik Kantona Rp 946 Juta dan Terdakwa Wais Al-Qorni, Mentari Suryani, Loreno Gresyia Rp 175 juta.#osk

 

x

Jangan Lewatkan

Tiga Paslon Bupati dan Wakil Bupati Muratara Janjikan Kesejahteraan Bagi Masyarakat Muratara

Palembang, BP Debat publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara)  digelar di Studio TVRI Sumsel Kampus ...