Henny Rosa Putri, Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah, Koleksi Museum Sumatera Selatan Balaputra Dewa

5

BP/IST
Henny Rosa Putri, Guru dari SMP 2 Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir (OI) , akhirnya terpilih  Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah Koleksi Museum Sumatera Selatan untuk Guru Tingkat SD, SMP dan SMA se Sumsel, Selasa (6/10).

Palembang, BP

Henny Rosa Putri, Guru dari SMP 2 Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir (OI) , akhirnya terpilih  Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah Koleksi Museum Sumatera Selatan Balaputra Dewa untuk Guru Tingkat SD, SMP dan SMA se Sumsel, di aula Museum Sumatera Selatan Balaputra Dewa, Palembang, Selasa (6/10).

Gadis kelahiran Palembang, 5 Juni 1998 yang baru saja menyelesaikan studinya di Universitas Sriwijaya pada 2019 lalu, yang kemudian mengabdi sebagai guru IPS di Payaraman OI ini, menyisihkan 40 peserta yang mayoritas adalah guru-guru senior pada bidangnya.

Karya tulis ilmiah mengambil tema Radio Teknologi Mutakhir Multifungsi dalam Tinjauan Budaya Historis, menghantarkan Henny ke posisi Juara I dan berhak mendapat tropi serta hadiah uang tunai Rp 5.500.000 tersebut.

Kepala UPTD Museum Negeri Sumatera Selatan Chandra Amprayadi berharap melalui kegiatan ini dapat menumbuhkan minat guru dalam menulis karya ilmiah.

Baca:  Sikapi UU Omnibus Law Cipta Kerja, Suara DPRD Sumsel Terpecah

“Sekarang ini banyak guru kurang menyenangi menulis. Apalagi menulis karya-karya sejarah. Dengan adanya lomba ini untuk memacu mereka agar memiliki kemauan dalam menulis, mencari sumber yang valid. Dan dibuat suatu referensi bagi mereka,”  katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pemenang lomba, mulai dari juara satu hingga juara favorit, selain trofi juga mendapatkan uang pembinaan.

“Uang pembinaan itu untuk memacu mereka agar tertarik menulis. Dengan menulis, mereka bisa dihargai dan mempunyai nilai lebih,” tukasnya.

Adapun besaran hadiah uang pembinaan, juara 1 mendapatkan Rp5,5 juta, juara 2 Rp4,5 juta, juara 3 Rp4 juta, juara harapan 1 Rp3 juta, juara harapan 2 Rp2,5 juta, juara harapan 3 Rp2 juta, dan juara favorit masing-masing mendapatkan Rp250 ribu.

“Hadiah uang pembinaan akan kita berikan pada pembukaan pameran Museum Negeri Sumatera Selatan, 5 November nanti. Mudah-mudahan bisa dihadiri oleh Gubernur Sumsel,” ujar Chandra.

Baca:  Jangan Ada Pemotongan Insentif Nakes di Sumsel

Bertindak selaku dewan juri pada kegiatan ini, yakni Dr Purmansyah A, S.AG, M. Hum (Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang), Merry Hamraeny, S.Pd, MM (Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia Sumsel), Dr Hj. Retno Purwanti (Peneliti Madya Balai Arkeologi Sumsel), Kemas AR Panji, S.Pd, M.Si (Sejarawan Sumsel), Dr Apriana, M.Hum (Dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Palembang), Drs. Yudhy Syarofie (Budayawan Sumsel), dan Trisseda Angraini, S.Pd (UPTD Museum Negeri Sumsel).

Dihadapan dewan juri Henny mampu menyelesaikan pemaparannya dengan singkat, padat dan jelas.
Pertanyaan dewan juri yang terdiri dari sejarahwan, budayawan, akademisi, dan arkeolog, dapat dijawab dengan jelas. Dan Hasilnya dewan juri memutuskan Henny sebagai pemenang alias Juara I.

Baca:  Kapolda Sumsel Lepas Calon Serdik PGA TA 2020

Karya tulis Henny yang mampu menarik perhatian dewan juri, merupakan buah dari kerja serius yang dia lakukan kurang lebih empat bulan. Dimulai dengan pengumpulan data dan observasi yang berkaitan dengan tema penelitian mengenai Radio Teknologi Mutakhir Multifungsi dalam Tinjauan Budaya Historis.

Guna melengkapi penelitiannya, dia berupaya untuk mendapatkan data-data mengenai perkembangan radio di dunia, Indonesia dan Kota Palembang. Itu dia lakukan sejak bulan Juni 2020 lalu.

Henny berupaya mencari informasi seluas mungkin mengenai perkembangan radio, melalui jurnal, wawancara langsung dengan para pakar yang berkompeten di bidangnya, juga mengunjungi langsung Museum Balaputra Dewa.

“Hasilnya memang ada beberapa mengenai penelitian radio ini yang belum cukup baik, sehingga seharusnya dapat lebih digali lagi, baik sejarah dan data-datanya,” katanya.#osk