Daftar Pemilih Berkelanjutan Daerah Non Pilkada di Sumsel Naik Jadi 28.282 Pemilih.

7

BP/IST
Komisioner KPU Sumsel , Hendri Alma Wijaya

Palembang, BP

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjelaskan , terdapat penambahan pemilih sebanyak 28.282 orang di 10 Kabupaten/ kota se Sumsel yang tidak melaksanakan Pilkada.

Hal ini terungkap dari hasil rapat pleno rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) Sumsel hingga Triwulan III 2020, Selasa (6/10).

Koordinator Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Sumsel Hendri Alma Wijaya mengatakan, pada triwulan III DPB di 10 kabupaten/kota yang tidak menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mengalami peningkatan dari triwulan sebelumnya.

Dimana 10 daerah tersebut yakni, kota Palembang, Banyuasian, Muba, Lubuk Linggau, Empat Lawang, Pagar Alam, Lahat, Muara Enim, Prabumulih dan OKI.

“Untuk potensi pemilih baru terbanyak ada di Kabupaten Banyuasin sebesar 11.512, dan yang tidak memenuhi syarat banyak di kota Palembang sebesar 3.035,” katanya, Selasa (6/10).

Dalam draft tersebut, terlihat DPB di 10 daerah tak berpilkada pada triwulan III sebanyak 4.052.123 pemilih, dimana laki-laki sebanyak 2.038.634 pemilih dan perempuan 2.013.489 pemilih.

Jumlah DPB Triwulan III naik dari triwulan II sekitar 28.282 pemilih atau 0,89 persen.

Dimana pada triwulan II total DPB sebanyak 4.023.841pemilih, dimana laki-laki sebanyak 2.023.677 pemilih dan perempuan 2.000.164 pemilih.

 “Terjadi kenaikan yang lumayan signifikan pada potensi pemilih baru sebanyak 35.878 pemilih dibanding pada triwulan III, dimana hanya Kabupaten Muba dan Lubuk Linggau yang tidak mencatatkan penambahan potensi pemilih baru,” katanya.

Diterangkan Hendri, kenaikan ini dikarenakan warga yang telah memenuhi syarat untuk memilih, baik pemilih pemula yang telah genap berusia 17 tahun, atau perubahan status yang sebelumnya anggota TNI/ Polri kini sudah pensiun.

“Selain itu juga, terdapat perpindahan domisili, yang dulunya tinggal di provinsi lain, kini pindah ke Sumsel, sehingga ada penambahan jumlah pemilih memenuhi syarat,” katanya.

Namun untuk pemilih TMS (Tak Memenuhi Syarat) tidak terlalu besar sebesar, hanya 7.596 pemilih atau 0,19 perseb. Untuk triwulan ketiga, penyumbang TMS terbesar dari Palembang sebesar 3. 035 pemilih, sedangkan di Kabupaten Lahat nihil.

“Faktor pemilih TMS, mulai dari yang meninggal, atau bersangkutan berubah status karena jadi anggota TNI/ Polri, atau pindah domisili ke daerah lain atau provinsi lain diluar Sumsel,” katanya.

Dilanjutkan Hendri, proses Daftar Pemilih Berkelanjutan ini dilakukan rutin oleh KPU Kabupaten/ kota setiap bulan, dan dilakukan rekapitulasi rutin setiap triwulan, untuk memastikan hak pilih warga kedepan.

“Walaupun tidak pilkada, KPU tetap melakukan pemutakhiran data berkelanjutan, untuk menjaga dan memelihara data pemilih,” katanya.#osk

 

 

Baca:  DPW FBI Sumsel Buka Posko Pengaduan Di Palembang dan Banyuasin