Home / Headline / DPRD Sumsel : Pilkada di Sumsel Sesuai Jadwal

DPRD Sumsel : Pilkada di Sumsel Sesuai Jadwal

BP/IST
Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) H  Juanda Hanafiah

Palembang, BP

Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) H  Juanda Hanafiah memastikan KPU dan Bawaslu Provinsi Sumsel  masih konsisten tengan jadwal yang ada.

Hal ini lantaran banyaknya desakan kalangan masyarakat meminta penundaan Pilkada di Indonesia termasuk Sumsel lantaran tingginya angka pandemi covid-19.

“ Paling tidak mereka mempersiapkan  sesuai dengan jadwal itu dan termasuk persiapan-persiapan untuk penanganan memutus rantai covid-19 .Kalau kemarin  iya infonya sampai saat ini masih sesuai dengan jadwal di 9 Desember itu ,” kata politisi PAN ini, Minggu (4/10).

Sedangkan Ketua KPU Sumsel, Kelly Mariana, mengatakan bahwa dalam Pilkada Serentak yang digelar di tujuh kabupaten dan Kota akan berjalan sesuai protokol kesehatan.

“Ya tetap melaksanakan tahapan-tahapan pilkada sesuai jadwal yang sudah tercantum dalam PKPU nomor 5 Tahun 2020,” katanya.

Mengenai jika adanya anggota komisioner KPU yang terpapar Covid-19, menurutnya hal tersebut tidak menjadi masalah dalam tahapan Pilkada tersebut.

Hal ini karena Covid-19 bukan penyakit yang selalu menetap pada satu orang selama waktu yang lama.

Namun jika orang tersebut terpapar akan ada saatnya dia sembuh dan dinyatakan negatif.

Sehingga pelaksanaan tahapan Pilkada dianggap tidak akan terganggu dan tetap dapat dilanjutkan.

“Kita bekerja atas perintah undang-undang, jika nanti ada yang positif Covid-19 tentu orang tersebut dapat menjalani perawatan sesuai prosedurnya, saat dinyatakan negatif tak ada masalah dengan tahapan pilkada,” katanya.

Selain itu, dalam masa kampanye Pilkada Serentak 2020 yang dimulai sejak 26 September hingga 5 Desember 2020 diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kelly Mariana, menegaskan agar selama masa pandemi yang bertepatan juga digelarnya Pilkada 2020 untuk menghindari kerumunan massa.

KPU Sumsel sendiri mengalami terkendala perubahan peraturan KPU (PKPU) dalam tahapan-tahapan kampanye di tengah pandemi saat ini.

Hal ini karena peraturan mengenai kampanye yang menyebabkan kerumunan dihapuskan dalam pilkada tahun ini.

Berbeda dari sebelumnya, Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2020 yang baru ditetapkan dengan tegas melarang paslon menggelar kampanye dengan mengumpulkan dalam jumlah massa yang besar.

Seperti kampanye akbar, pertunjukan seni, konser musik, jalan santai atau kegiatan lainnya yang menyebabkan berkerumunnya orang-orang.

“Kita menghindari kerumunan, oleh karena itu tidak ada kegiatan seperti kampanye akbar, dan kegiatan lainnya,” ujarnya.

Dia menyarankan agar paslon dapat melakukan kampanye dengan membatasi jumlah orang dalam setiap kampanye.

Sebanyak tujuh kabupaten dan kota di Sumsel akan menggelar Pilkada Serentak tahun 2020, antara lain Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, OKU Timur, Ogan Ilir (OI), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas (Mura) dan Musi Rawas Utara (Muratara).

Berjumlah 12 pasangan calon dari tujuh kabupaten tersebut, para paslon sudah mulai memasuki tahapan masa kampanye terhitung sejak 26 September hingga 5 Desember 2020.#osk

 

 

x

Jangan Lewatkan

11 Penambang Batubara di Muaraenim Tewas Tertimbun  Longsor

Palembang, BP 11 orang pekerja tambang batu bara rakyat di Desa Tanjung Lalang Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim, Sumsel, ...