Home / Headline / Penjual Sabu untuk Oknum ASN KUA di Palembang Ternyata IRT

Penjual Sabu untuk Oknum ASN KUA di Palembang Ternyata IRT

BP/IST
Tersangka R

Palembang, BP

Oknum PNS Kantor Urusan Agama (KUA) di Palembang , Jamaludin alias Udin (47), warga Kelurahan 9 Ilir Kecamatan Ilir Timur I Palembang ditangkap aparat Polsek Ilir Timur I saat menggunakan narkotika di kamar rumahnya.

Setelah dilakukan pengembangan, aparat kemudian berhasil mengamankan seorang ibu rumah tangga berinisial R (42) yang diduga telah menjual sabu kepada Jamaludin.

Sambil menangis R mengaku nekat menjual narkotika lantaran terhimpit desakan ekonomi.

“Suami saya baru meninggal belum sampai 40 hari. Saya sendiri baru jual sabu sekitar sebulan ini,” katanya, Sabtu (3/10).

Dikatakan R, dirinya memiliki enam cucu dan empat orang anak.

Di mana, anak bungsunya masih kecil dan mereka membutuhkan biaya tak sedikit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Saya benar-benar terpaksa jual narkoba. Saya mau menghidupi anak cucu,” katanya.

R berujar, dirinya mendapat barang haram tersebut dari seorang bandar berinisial E yang saat ini masih buron.

Dalam sehari, ia mengaku bisa menjual sebanyak dua bungkus sabu dengan harga jual Rp800 ribu per satu paket.

“Saya tidak sistem via telpon, jadi selama sebulan ini jualan (sabu) kalau ada yang mau beli biasanya nunggu di depan rumah,” katanya.

R diamankan petugas di kediamannya di Jalan Slamet Ryadi, Lorong Karyawan, Kelurahan 9 Ilir Palembang, Minggu (13/9) sekira pukul 15.00.

Saat penangkapan tersebut, turut diamankan pula sejumlah barang bukti tindak kejahatannya.

Antara lain tiga paket sabu yang terdiri dari dua paket sabu seharga Rp800 ribu dan satu paket sabu seharga Rp300 ribu,

Ditemukan juga sejumlah yang digunakan untuk mempermudah menjual barang tersebut seperti satu buah timbangan digital.

Barang bukti tersebut ditemukan di bawah bantal tidur kamar rumahnya.

Kapolsek Ilir Timur I Palembang, Kompol Deni Triana Sik mengatakan, R ditangkap setelah dilakukan pengembangan terhadap tersangka Jamaludin yang selang beberapa jam lebih dulu ditangkap.

“Bahwa dari pengakuannya, tersangka ini (R) bilang baru satu bulan ini jadi penjual narkoba. Alasannya karena himpitan ekonomi,” katanya.

Saat ini R bersama Ja masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Masih terus kita gali keterangan dari para tersangka ini untuk mengungkap pengedaran narkotika yang melibatkan mereka,” katanya.#osk

 

 

x

Jangan Lewatkan

KPK Selenggarakan Sertifikasi Penyuluh Antikorupsi Secara Daring

Jakarta, BP Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Pusat Edukasi Antikorupsi membuka pendaftaran Sertifikasi Penyuluh Antikorupsi secara daring. Penyelenggaraan kegiatan dilakukan ...