Preman Terjaring Razia

14

BP/IST
Puluhan preman terjaring razia Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel di sejumlah ruas jalan Kota Palembang. Razia tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi dan meminimalisir aksi premanisme yang kerap terjadi di jalanan.

Palembang, BP

Puluhan preman terjaring razia Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel di sejumlah ruas jalan Kota Palembang. Razia tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi dan meminimalisir aksi premanisme yang kerap terjadi di jalanan.

Dari razia yang dipimpin Katim I Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Aiptu Heri Kusuma Jaya, puluhan preman yang biasa mangkal dan meminta sejumlah uang kepada pengendara mobil terutama mobil truk yang biasa melalui jalanan tersebut diangkut.

Baca:  "Ketua DPD Golkar Kabupaten Kota Kedepan Adalah Ketua DPD Golkar Yang Bisa Membesarkan Partai Golkar"

Sejumlah ruas jalan yang menjadi titik lokasi razia yakni Simpang Keramasan Kertapati, Macan Lindungan, Alang-Alang Lebar, Soekarno Hatta dan KM 12.

 

Dari kawasan Keramasan kita dapati lima orang preman yang sedang asik duduk bermain gaple. Kemudian di Simpang Lampu Merah Macan Lindungan Palembang didapati tujuh orang pemuda yang dua diantaranya merupakan perempuan. Saat ditangkap terlihat salah satu pemuda sedang menghisap lem aibon,” kata Heri Kusuma, Kamis (1/10).

Baca:  Bongkar Kasus Pencucian Uang Narkoba, 5 Personel Dit Narkoba Polda Sumsel Diganjar Penghargaan

Saat akan dilakukan razia, sejumlah pemuda yang biasa mangkal di beberapa titik lokasi razia sempat terkejut dan hendak kabur. Namun karena kesigapan para petugas, setiap pemuda yang diduga preman berhasil diamankan.

“Di Simpang Alang-Alang Lebar, kita mendapati tiga orang pemuda yang sedang asik mengobrol di pinggir jalan. Sedangkan di simpang KM 12 didapati tiga orang yang sedang duduk dan asik meminum tuak. Selanjutnya, tak jauh dari simpang KM 12 tersebut didapati juga lima orang anak punk,” katanya.

Baca:  DPRD Sumsel Pertanyakan Temuan LHP BPK RI

Kini, sebanyak 23 preman yang terjaring razia tersebut diamankan untuk dilakukan pendataan, termasuk mengedukasi terkait protokol kesehatan.#osk