Home / Headline / Gauli Anak Kandung, H Ditangkap Polisi

Gauli Anak Kandung, H Ditangkap Polisi

BP/IST
Otak Mesum tersangka H (39) akhirnya nekad menggauli anak kandungnya sendiri, yakni IA (18), sejak korban duduk di kelas 2 Sekolah Dasar (SD) hingga korban umur 18 tahun.

Palembang, BP

 Otak Mesum tersangka H (39) akhirnya nekad menggauli anak kandungnya sendiri, yakni IA (18), sejak korban duduk di kelas 2 Sekolah Dasar (SD) hingga korban umur 18 tahun.

Warga Kelurahan Sako Baru Kecamatan Sako Palembang ini, ditangkap petugas unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Palembang, pimpinan Kasubnit PPA Ipda Fifin Sumailan, saat pelaku sedang berada di rumah, Senin (28/9), sekitar pukul 02.00 .

Meski sempat mengelak atas laporan pencabulan anaknya. Namun setelah dijelaskan petugas Haryadi pun langsung mengakui perbuatannya. Dengan tangan diborgol, ia pun langsung digiring petugas ke Polrestabes, guna mempertangungjawabkan ulahnya.

Informasi yang dihimpun, aksi bejat H dilakukan terhadap anak pertamanya ini terjadi sejak IA duduk dikelas 2 SD. Saat IA berumur 8 tahun. Saat itu pelaku melakukan aksi cabulnya dengan cara menjilati kemaluan korban.

Lalu berlanjut saat korban duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Dimana pelaku melancarkan aksinya dengan meniduri korban saat sedang tidur.

“Menurut informasi yang didapatkan dari korban bahwa saat kejadian korban sempat berteriak dan diketahui istri pelaku, kemudian pelaku mengancam korban untuk tidak bercerita ke siapapun mengenai aksi yang dilakukannya,” kata Kapolrestabes, Palembang, Kombes Pol Anom Setydji melalui Kasat Reskrim AKBP Nuryono, Kamis (1/10).

Hingga akhirnya aksi cabul H dilakukan pada 2019 terungkap dan dilaporkan sang istri LM (37), ke Polrestabes Palembang. “Pelaku kita amankan berawal dari adanya laporan ibu korban. Atas kasus perlindungan anak,” katanya.

Dari laporan tersebut, petugas lalu melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku yang merupakan bapak kandung korban. Selain mengamankan pelaku, sambungnya, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa, satu helai celana training panjang warna hitam.

Satu helai baju kaos bola warna ungu merah, satu helai celana dalam warna unggu, satu helai bh warna unggu, satu bilah sajam, yang mana digunakan barang bukti tersebut dipakai korban saat diterjadi aksi cabul dan pisau digunakan pelaku saat mengancam korban.

“Atas ulahnya pelaku kita jerat dengan undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun,” katanya.

Sementara itu, pelaku H mengaku perbuatannya. “Saya tidak sadar melakukan aksi ini kepada anak pertama saya,” aku dia sambil mengatakan sejak tahun 2012 hingga 2019 ia mencabuli anaknya.

Ketika ditanya apakah sang istri tak pernah melayaninya lagi, jawab H, masih dilayani istri pak. “Namun jujur saya sering nonton film bokep pak, saya khilaf menggauli anak saya pak,” katanya.#osk

 

x

Jangan Lewatkan

Museum Sumatera Selatan Balaputra Dewa Dapat Hibah Dua Benda Bersejarah

Palembang, BP Museum Provinsi Sumatera Selatan Balaputra Dewa, Palembang mendapatkan hibah dua benda bersejarah yaitu Centong untuk acara adat dan ...