Home / Headline / Balar Sumsel Membaca Ulang  Piagam-Piagam Milik Kesultanan Palembang Darussalam

Balar Sumsel Membaca Ulang  Piagam-Piagam Milik Kesultanan Palembang Darussalam

BP/DUDY OSKANDAR
Balai Arkeologi (Balar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersama sejumlah mahasiswa dan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang melakukan kegiatan penelitian dengan membaca ulang piagam-piagam yang menjadi koleksi Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Palembang, Kamis (1/10). Kegiatan ini juga dalam rangka Desk Study yang di gelar Balar Sumsel.

Palembang, BP

Balai Arkeologi (Balar) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersama sejumlah mahasiswa dan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang melakukan kegiatan penelitian dengan membaca ulang piagam-piagam yang menjadi koleksi Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Palembang, Kamis (1/10). Kegiatan ini juga dalam rangka Desk Study yang di gelar Balar Sumsel.

 

“Ini tajuknya membaca ulang piagam-piagam yang menjadi koleksi Museum SMB II Palembang dan  di Museum Sumatera Selatan Balaputra Dewa. Kebetulan di Musuem SMB II , ada tiga,  dua lempengan timah  atau perak dari pemerintah Belanda dan satu lempengan tembaga dari Kesultanan Palembang Darussalam awal, itu sama kita tahun kemarin dapat juga di Pagaralam, ada juga seperti itu,” ,” kata Wahyu Rizky Andhifani  yang merupakan  Epigraf Balar Sumsel , Kamis (1/9).

Tiga lempengan yang diteliti di Musuem SMB II menurutnya menggunakan bahasa melayu, aksara arab melayu.

“Tiga lempengan ini berisi tentang pasal-pasal , kayaknya Pemerintah Belanda  meneruskan yang ada di Kesultanan Palembang,” katanya.

Kegiatan ini digelar selama dua hari, dimana hari ini, Kamis (1/10) pihaknya meneliti di Museum SMB II dan Jumat (1/10) melakukan penelitian di Museum Sumatera Selatan Balaputra Dewa.

“ Kalau penelitian di Museum Sumatera Selatan Balaputra Dewa itu kayaknya Piagam Padang Ratu yang akan di baca ulang, saya bingung saja itu Piagam Padang Ratu atau Piagam Sukabumi, karena diawal peneliti Pustlit Arkenas bilang itu Piagam Sukabumi bukan Piagam Padang Ratu, mendapat istilah Padang Ratu dari mana, padahal saya pernah baca sekilas tentang itu, nama Desanya Desa Tanjung, kenapa tidak menyebut Piagam Desa Tanjung Sekalian,” katanya.

Kegiatan ini menurutnya melihatkan dua mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang yang bisa membaca huruf Arab Melayu, dari Balar Sumsel terdiri dari dirinya dan Retno Purwati dan Titet.

Sedangkan nara sumber dilibatkan dosen UIN Raden Fatah Palembang Dr.Nor Huda, M.Ag., M.A .

“Dari data pihak Puslit Arkenas lalu, dua prasasti timah atau perak itu namun ada satu lagi yang bari di beli tahun 2010 tentang piagam tembaga, dia aksara Jawa, bahasanya Bahasa Jawa, itu era awal Kesultanan Palembang Darussalam, sebenarnya tahun 1990an pak Lukman dan beberapa teman dari Puslit Arkenas, sudah almarhum bapaknya,pernah mendata dan membaca untuk itu kita coba baca ulang, tadi beberapa ada kesalahan baca, ada dia enggak sempat baca, seperti itulah,” katanya.

Sedangkan UIN Raden Fatah Palembang Dr.Nor Huda, M.Ag., M.A  mengatakan, kalau kegiatan ini merupakan penelitian piagem Kesultanan Palembang Darussalam yang merupakan surat-surat dari Kesultanan Palembang Darussalam untuk daerah bawahannya .

“ Sebetulnya saya ini dianggap tim ahli dari arkeologi , karena itu khan aksara melayu  jadi mereka perlu bantuan dari kami, ada mahasiswa UIN Raden Fatah juga dilibatkan , mereka mempunyai kemampuan untuk membaca itu ,” katanya.#osk

x

Jangan Lewatkan

Museum Sumatera Selatan Balaputra Dewa Dapat Hibah Dua Benda Bersejarah

Palembang, BP Museum Provinsi Sumatera Selatan Balaputra Dewa, Palembang mendapatkan hibah dua benda bersejarah yaitu Centong untuk acara adat dan ...