Home / Headline / DPRD Sumsel Khawatir Pelaksanaan Pilkada di Sumsel, Susah Hindari Kerumunan

DPRD Sumsel Khawatir Pelaksanaan Pilkada di Sumsel, Susah Hindari Kerumunan

BP/IST
Ketua Komisi I DPRD Sumsel Antoni Yuzar SH MH

Palembang, BP

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  Antoni Yuzar mengaku khawatir dengan kondisi pelaksanaan Pilkada di Provinsi Sumsel yang rentan menimbulkan cluster baru dalam pandemi Covid-19 .

“  Kalau ada aku merasakan sangat mengkhawatirkan karena susah untuk menghindari kerumunan-kerumunan  tapi kembali kepada petugas yang punya kewenangan, KPU/Bawaslu  harus tegas memberikan sangsi , aturannya sudah bagus tinggal pelaksanaan di lapangan  bagaimana, pengawas pemilunya , Panwaslu,” katanya, Rabu (30/9).

Apalagi dia  melihat Pilkada serentak yang dilaksanakan di Indonesia terutama di Sumsel pada Desember 2020 telah di prediksi banyak pihak dan  ditakutkan akan menimbulkan cluster baru pandemi Covid-19 seperti yang dikhawatirkan sejumlah ormas yang ada  seperti NU dan Muhammadiyah yang menginginkan pilkada  di Indonesia ditunda.

“ Kalau aku menyikapinya ditunda juga setuju namun masih ada ataunya , atau penegakan covid-nya harus maksimal,  harus tegas nian,” katanya, Rabu (30/9).

Sangsi yang dikenakan bagi pelanggar Covid-19  menurutnya bukan hanya sangsi administrasi dan denda tapi juga sangsi pidana juga.

“ Kita belum punya perda tapi baru pergub yang tidak ada saksi pidana bagi pelanggar covid-19 tapi sangsi administrasi dan denda di perwali ,” katanya.

Karena itu ada hak inisiatif DPRD Sumsel   yang ingin membuat peraturan daerah (Perda) Pandemi Covid-19  dan pihaknya menyambut baik.#osk