Home / Headline / DPRD OI Bakal Panggil Oknum Pejabat Disdik Soal Dugaan Isu Setoran DAK di Ratusan SDN  

DPRD OI Bakal Panggil Oknum Pejabat Disdik Soal Dugaan Isu Setoran DAK di Ratusan SDN  

Zahrudin Moza

Inderalaya, BP–Anggota DPRD Ogan Ilir (OI) Zahruddin atau Moza bakal memanggil oknum pejabat Disdik OI guna meminta penjelasan soal adanya dugaan isu setoran DAK senilai Rp30 miliar untuk pembangunan ruang kelas, pembuatan atau perbaikan jamban, pembuatan atau perbaikan WC, dan pengadaan buku perpustakaan yang dibeli via e-katalog.

“Sebenarnya ini masuk ranah Komisi 4 DPRD OI. Namun sebagai dewan tentunya saya meminta klarifikasi dan penjelasan kepada pejabat terkait soal dugaan isu setoran ke oknum pegawai Disdik OI. Ya sangat dilaranglah kalau memang benar adanya dugaan fee, itu proyek untuk meningkatkan fasilitas sekolah untuk anak didik di seluruh SDN OI. Ini kepentingan rakyat banyak jangan disalahgunakan,” tegasnya, Rabu (30/9/2020).

Sebelumnya beredar isu di kalangan masyarakat dan wartawan, sejumlah oknum kepsek SD diduga menyetorkan ‘fee‘ Rp5-6 juta ke oknum Disdik. Proyek tersebut berasal dari Dana Alokasi Kelola (DAK) APBN untuk ratusan SD di OI, jika ditotal nilai proyek itu mencapai Rp30 miliar, yang meliputi perbaikan lokal ruang belajar, perbaikan atau pembuatan jamban, pembuatan perpustakaan sekolah dan sebagian pembagian buku perpustakaan yang dibeli melalui e-katalog. Rata-rata proyek DAK tersebut senilai Rp230-Rp250 juta per SD.

Bahkan proyek yang sedianya dilakukan secara swakelola bergotong-royong melibatkan masyarakat setempat, malah dilakukan secara borongan dan diduga menggunakan tukang yang berasal dari Pulau Jawa dan Jambi. Mereka bahkan ada yang menginap di sekolah atau mengontrak bedeng yang lokasinya berdekatan dengan sekolah. Papan proyek juga dibuat dua macam, namun kebanyakan tidak mencantumkan nilai atau biaya proyek.

“Ya namanya juga proyek, pastilah ada setor sana setor sini, bohonglah kalau tidak ada. Se-OI ini nilai proyek DAK mencapai Rp30 miliar, kalau setiap sekolah diduga setor Rp5-6 juta bisa dibayangkan berapa duitnya, apalagi ini jelang pilkada. Kita juga kurang paham duitnya buat apa. Buat bagi-bagi atau buat memenangkan seseorang,” jelas salah satu warga Inderalaya yang enggan disebutkan namanya sambil berlalu.

Kepsek SDN 2 Inderalaya Utara Yus mengatakan sekolahnya mendapatkan rehab  jamban senilai Rp30 juta, ruang sekolah Rp200 jutaan. “Ya di papan proyeknya tidak ditempel nilainya. Kan-katanya di papan tidak perlu dibuatkan nilai proyeknya. Jadi itu sesuai petunjuk juknis dan dari Disdik. Memang proyek ini sifatnya swakelola, jadi tidak ada tukang dari Jawa atau Jambi, ya kalau logatnya Jawa mereka itu kan warga Desa Tanjung Pering, jadi kami memberdayakan warga desa setempat,” katanya.

Disinggung soal adanya dugaan fee kepada oknum Disdik ia membantah keras. “Tidak ada itu  tidak ada fee atau setoran ke oknum Disdik,” tegasnya.

Kasi Sarana Prasarana Disdik OI Heri Kurniawan mengatakan ada dua papan kegiatan yaitu papan pengumuman yang diletakkan di depan kantor dan papan yang diletakkan di ruang kelas.

“Pengerjaanya belum selesai, jadi belum dibayar lunas. Setiap sekolah beda-beda ada yang mendapatkan proyek pengerjaan ruang lokal sekolah, fasilitas jamban, perpustakaan atau buku perpustakaan yang dibeli dari e-katalog, total dana DAK dari APBN Rp30 miliar yang disebar untuk ratusan SD di OI.”

Disinggung soal adanya dugaan fee, Heri membantah keras soal itu. “Ini proyek sifatnya swakelola jadi tidak boleh diborongkan. Kalau ambil tukang dari Jawa atau Jambi tidak mungkinlah soalnya nilai proyeknya juga sedikit. Dan kami tegaskan tidak ada setoran atau fee ke Disdik,” tegasnya. #hen

x

Jangan Lewatkan

BKB – Masjid Suro Ditata Jadi Wisata Kota Tua Palembang

Palembang, BP Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tengah merencanakan melakukan penataan Benteng Kuto Besak (BKB) untuk menjadi destinasi wisata baru Kota ...