Angka Penyebaran Covid-19 Tinggi di Sumsel, DPRD Sumsel Usulkan Peningkatan Pergub 37 Tahun 2020 Jadi Perda

8

BP/IST
Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati

Palembang, BP

Tingginya angka penyebaran pandemi covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) membuat kalangan DPRD Sumsel prihatin. Ketua DPRD provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj RA Anita Noeringhati mengaku akan berbicara dengan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bamperda) DPRD Sumsel untuk mengusulkan peningkatkan Peraturan Gubernur (Pergub)  37 Tahun 2020 tentang protokol kesehatan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Politisi Partai Golkar Sumsel ini menilai, hal itu dinilai bukan hanya bertumpu pada COVID-19, tapi lebih kepada perlindungan kepada masyarakat agar lebih mematuhi protokol kesehatan.

“Kenapa hal ini penting, karena kita mengingat walaupun perda ini akan Saya usulkan bukan hanya bertumpu pada COVID-19, tapi bagaimana perlindungan kepada masyarakat. Peran serta TNI dan Polri dalam melindungi masyarakat, supaya kita masyarakat harus patuh dengan protokol kesehatan,”  kata Anita, Minggu (27/9).

Baca:  DPRD Sumsel Nilai Kenaikan Harga Pertalite Terkesan Mendadak

Mantan Ketua Komisi IV DPRD Sumsel ini melihat ,   Pergub dalam pengikatannya tidak bisa seperti Perda atau di tatanan paling bawah. Untuk itulah hal agar aturan itu bisa juga di pakai oleh Kabupaten/kota. Terlebih di tujuh Kabupaten/kota akan segera melaksanakan Pilkada serentak.

“Kita tidak ingin adanya cluster baru. Kemarin pada waktu pendaftaran saja sudah ada yang terpapar, nah hal ini yang harus kita cegah, dimana PKPU betul-betul harus mengatur yang rigit,” kata Anita.

Baca:  Polda Sumsel Gelar Operasi Keselamatan Musi 2020

Sehingga menurut Ketua Harian DPD Partai Golkar Provinsi Sumsel ini menilai semua orang harus menjaga diri untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 ini agar tidak semakin meningkat dan semua harus waspada.

“Saya menjaga anda, anda menjaga saya. Itulah inisiasi perda nanti juga akan segera kami bahas, karena kami menganggap bahwa perda ini juga bisa dikatakan sangat darurat, sehingga perlu untuk kita segera bahas dan sahkan,” katanya.

Baca:  Sikapi UU Omnibus Law Cipta Kerja, Suara DPRD Sumsel Terpecah

Sementara itu , kasus Covid-19 di Sumsel bertambah 82 orang dari sebelumnya 5.794 orang. Hingga Minggu (27/9), total pasien positif menjadi berjumlah 5.876 orang.

Data tersebut dari Laporan Media Harian Covid-19, hingga pukul 12.00 . Pasien sembuh di provinsi ini bertambah 42 orang menjadi 4.195 orang dari sebelumnya 4.153 pasien.

Masih data yang sama, pasien meninggal bertambah 3 orang dari data sebelumnya 337 orang. Kini pasien meninggal berjumlah 340 orang.#osk