Home / Headline / Terpidana Kasus Suap 16 Proyek Muara Enim Kembalikan Uang Ke Negara

Terpidana Kasus Suap 16 Proyek Muara Enim Kembalikan Uang Ke Negara

Palembang, BP

Jaksa Eksekusi KPK Andry Prihantono menyatakan bahwa terdakwa A Elfin MZ Muchtar seorang terpidana pada kasus suap di dinas PUPR Kabupaten Muara Enim telah membayar untuk ketiga kalinya uang pengganti atas vonis yang ditetapkan terhadapnya beberapa bulan lalu.

Dalam cicilan ketiga ini, Elfin yang sebelumnya menjabat Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Muara Enim, menyerahkan uang sebesar Rp 1 Miliar melalui jaksa eksekusi KPK untuk kemudian disetorkan pada kas negara.

“Hari ini kami melakukan penyetoran uang sejumlah Rp 1 Miliar ke kas negara sebagai pembayaran uang pengganti cicilan ketiga yang diberikan keluarganya terpidana,” katanya, Jumat (25/9).

 

Elfin divonis bersalah berdasarkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palembang Nomor : 33 / Pid.Sus-Tpk/2019/PN. Plg tanggal 28 April 2020.

Dalam putusan hakim, Elfin divonis dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.Selain itu ia juga diwajibkan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 2,3 miliar.

“Sebelumnya, terpidana juga telah membayar cicilan pertama dan kedua uang pengganti masing-masing sebesar Rp300 juta,” katanya.

Kini masih tersisa kewajiban uang pengganti Rp 765 juta yang harus dibayarkan Elfin.

“Untuk itu akan terus dilakukan penagihan oleh Jaksa Eksekusi KPK guna memaksimalkan pemasukan kas negara dari hasil pemulihan asset Tipikor,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, A Elfin MZ Muchtar terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK bersama dengan kontraktor Robi Okta Pahlevi, Senin (2/9/2019) lalu.

Setelah dilakukan pengembangan, penyidik KPK juga turut menangkap Ahmad Yani yang saat itu menjabat Bupati Muara Enim.Diketahui, kasus ini juga turut menyeret sejumlah nama penting di lingkup pemerintah kabupaten Muara Enim.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Palembang beberapa waktu lalu, A Elfin MZ Muchtar mengakui perannya sebagai perantara aliran dana fee dari kontraktor Robi Okta Pahlevi.

Tepatnya dalam 16 paket proyek proyek Dana Aspirasi DPRD Kabupaten Muara Enim pada proyek APBD Murni TA 2019 di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim senilai Rp.130 miliar.

Sementara itu, majelis hakim juga memvonis bersalah Ahmad Yani dan dijatuhkan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp.200 juta.

Selain itu Ahmad Yani juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 2,1 miliar subsider 8 bulan kurungan.Sedangkan, Robi Okta Pahlevi, kontraktor pemberi suap, divonis dengan hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp. 250 juta subsider 6 bulan.

Perlu diketahui, hingga saat ini pengungkapan kasus aliran fee proyek tersebut masih terus berlanjut.Mantan Ketua DPRD Aries HB dan Mantan Kadis PUPR Kabupaten Muara Enim Ramlan Suryadi yang belakangan juga ditetapkan sebagai terdakwa.

Saat ini keduanya masih menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang. Keduanya disinyalir juga ikut menerima aliran dana suap dari kontraktor Robi Okta Pahlevi.#osk

x

Jangan Lewatkan

Tambah 47 Kasus, Pasien Covid-19 di Sumsel 7.229 pada 20 Oktober

Palembang, BP Pasien positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bertambah 47 orang. Hal ini diketahui berdasarkan laporan media harian Covid-19 ...