Home / Headline / Dikira Pelaku Penodongan, Polisi Dihajar Warga

Dikira Pelaku Penodongan, Polisi Dihajar Warga

BP/IST
BP/IST
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji

Palembang, BP

Akibat aksinya, Bripka Muhammad Reza terbaring lemah di ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Bari. Anggota Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang ini baru saja berjibaku mengejar pelaku penodongan yang kerap meresahkan warga di Monpera dan kawasan pasar 16 Ilir Palembang.

Akibat aksi kejar-kejaran tersebut, Bripka Reza malah ikut dihajar warga karena sempat dikira rekan pelaku.

Peristiwa terjadi berawas saat anggota Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang pimpinan Iptu Novel Siswandi sedang berpatroli di Jalan Jenderal Sudirman pada Kamis (24/9) siang sekira pukul 14.00.

Polisi yang memang sedang mencari pelaku bernama Ebot tersebut, melihatnya saat sedang bersama seorang pelaku jambret lainnya di Monpera. Melihat ada petugas, pelaku Ebot lari ke arah Bundaran Air Mancur (BAM) dan berlari ke atas jembatan Ampera. Sementara rekannya berinisial RK (DPO) melarikan diri ke arah Jalan Merdeka.

“Dia (Ebot) lari ke arah bundaran air mancur dan dia lari ke atas jembatan Ampera,” kata Bripka Reza saat dijenguk Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji di Instalasi Gawat Darurat RSUD Bari.

Petugas ketika itu berpencar dan Bripka Reza adalah anggota yang paling terjangkau dengan pelaku Ebot. Kemudian Bripka Reza lalu mengejar pelaku ke atas jembatan Ampera.

“Di atas jembatan Ampera, pelaku ini naik angkot ke seberang ulu. Saya nyetop ojek dan mengejar pelaku ini,” ujar Reza.

Sampai di seberang ulu, pelaku turun dari angkot dan masuk ke Lorong Sabar, 8 Ulu, Jakabaring. Bripka Reza pun mengejar pelaku yang masuk ke pemukiman warga itu. Melihat ada kejar-kejaran, warga di Lorong Sabar ikut mengejar pelaku.

Begitu pelaku dapat, warga yang emosi lalu menghajar pelaku bahkan ada yang menggunakan senjata tajam, pelaku pun dibacok menggunakan pisau dan parang oleh warga.

“Saya lihat pelaku sudah mulai nyerah dan dia dihajar warga, malahan banyak warga bawa parang membacok pelaku ini,” kata Reza.

Pelaku yang bersimbah darah karena mengalami luka di sekujur tubuh, akhirnya dapat diselamatkan dari amukan warga.

“Awalnya warga mengira saya temannya pelaku ini dan saya sempat ikut dipukul. Saya teriak ‘Hooooyy! Aku ni polisi’ sambil melihatkan Senjata Apinya (Senpi). Baru setelah itu warga bubar dan pelaku ini berdarah-darah tapi masih selamat. Kemudian saya dan pelaku dibawa ke Rumah Sakit,” kata Reza dalam kondisi hidung dipasang selang oksigen ini.

Sementara, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji yang menjenguk Bripka Reza mengapresiasi keberanian anak buahnya itu. “Ini bagian dari resiko Polri dalam memberantas kejahatan. Alhamdulillah, anggota kami baik-baik saja dan tidak kurang suatu apapun. Ini kerja yang bagus dan teladan untuk anggota yang lain,” kata Anom.#osk

x

Jangan Lewatkan

Gugatan Ilyas Panji-Endang  Diregistrasi  MA , KPU OI Harus Berikan Jawaban Segera.

Palembang, BP Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Kelly Mariana menjelaskan jika saat ini pihak KPU Ogan Ilir telah menerima ...