Home / Headline / Bunuh Rekan Sekantor, Tenaga Honorer BPKAD Sumsel Divonis 13 Tahun Penjara Oleh Hakim

Bunuh Rekan Sekantor, Tenaga Honorer BPKAD Sumsel Divonis 13 Tahun Penjara Oleh Hakim

BP/IST
Sidang kasus pembunuhan yang terjadi di kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel oleh terdakwa Priamos dilanjutkan dengan agenda pembacaan putusan secara virtual  oleh majelis hakim PN Palembang, Selasa (22/9).

Palembang, BP

Sidang kasus pembunuhan yang terjadi di kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel oleh terdakwa Priamos dilanjutkan dengan agenda pembacaan putusan secara virtual  oleh majelis hakim PN Palembang, Selasa (22/9).

Dalam pembacaan putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Paul Marpaung, terdakwa dijatuhi hukuman  selama 13 tahun penjara.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan,” kata  Paul Marpaung.

Dalam putusannya, majelis hakim tidak sependapat dengan tuntutan JPU Kejari Palembang yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Dimana, pada saat itu JPU menuntut terdakwa dengan hukuman 15 tahun penjara.

Namun berdasarkan fakta persidangan dan barang bukti yang ada, majelis hakim menilai tidak ada unsur kesengajaan dari perbuatan Priamos yang telah membunuh Ahmad Yoga.

Salah satu pertimbangan hakim yakni sebelum pembunuhan terjadi, terdakwa  sudah berulang kali memohon untuk tidak menggangu istrinya. Namun ternyata perbuatan itu masih saja dilakukan korban.

“Hal-hal yang meringankan bahwa terdakwa memiliki anak yang masih kecil. Selain itu sudah ada upaya dari terdakwa dalam memperingatkan korban agar tidak menggangu istrinya,” kata  hakim saat membacakan amar putusan.

Sementara itu, selama proses persidangan berlangsung, terdakwa Priamos tampak tak kuasa menahan raut tegang yang tersirat jelas di wajahnya.

Terlihat menggunakan peci dan baju putih, Priamos yang menyaksikan jalannya persidangan dari layar monitor di ruang tahanan di Polsek Ilir Timur I Palembang, tampak beberapa kali menarik nafas panjang dengan sesekali menundukkan kepalanya.

Meski begitu, atas vonis yang dijatuhkan terhadapnya, Priamos memilih untuk menerima putusan 13 tahun penjara tanpa banyak berucap, ia langsung menyatakan terima atas putusan tersebut. “Iya pak hakim, Saya terima,” ujarnya melalui video virtual di ruang sidang pengadilan negeri Palembang.

Diwawancarai usai persidangan, Penasihat Hukum Terdakwa, Daud Dahlan SH mengatakan, berdasarkan fakta persidangan, terungkap bahwa perbuatan terdakwa yang tega membunuh korban, dilatarbelakangi emosi dan cemburu.  Namun menurutnya, pembunuhan yang dilakukan terdakwa, tidak ada unsur kesengajaan.

“Terdakwa sendiri menerima putusan hakim, sehingga kami dari kuasa hukum juga menerima putusan tersebut,”  katanya.#osk

 

x

Jangan Lewatkan

Zoominar Puncak Peringatan Hari Santri Nasional 2020 Fraksi PKS DPR RI

Jazuli: Ulama dan Santri Terdepan Meneguhkan Kedaulatan NKRI Jakarta, BP–Memperingati Hari Santri 22 Oktober 2020 Fraksi PKS DPR RI menggelar ...