DPRD Sumsel Nilai Pinjaman Melalui PEN, Penting Untuk Gerakkan Ekonomi Masyarakat

11

BP/DUDY OSKANDAR
MF Ridho

Palembang, BP

Terkait rencana peminjaman dana sebesar Rp 539.851.548.950,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) kepada pemerintah pusat melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebagai dampak pandemi Covid-19 ditanggapi Komisi I DPRD Sumsel.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) MF Ridho mengatakan, kalau sepengetahuan Komisi IV DPRD Sumsel  pinjaman tersebut khusus untuk infastruktur.

“ Secara detil belum, tapi regulasi pinjaman melalui PT SMI itu penggunaannya untuk   bidang infastruktur, kalau secara administrasi  sampai ke pinjaman itu ranahnya eksekutif,” katanya, Minggu (20/9).

Baca:  Kapolda Sumsel Berikan Penghargaan Kepada 51 Personel Biro Polda Sumsel dan Bantuan Perumahan Kepada 3 Personil Satker

Pihaknya belum tahu jika pinjaman tersebut cair maka infrastruktur mana yang akan dibangun nanti.

” Mungkin pada saat pembahasan KUA PPAS perubahan barangkali itu muncul untuk infastruktur yang mana penggunaan pinjaman itu,” katanya.

Infrastruktur menurutnya cakupannya bisa jalan, bisa jembatan dan bisa gedung, bisa irigasi.

“ Dampak kalau ada kegiatan ini ada imbas kepada masyarakat, pembangunan itu , yang jual pasir, pasirnya laku, yang jual batubata, batubatanya laku, yang punya keahlian tukang, tenaganya terpakai karena ada pembangunan, yang punya perusahaan pegawainya bisa bergaji, itu dampak-dampak dengan pembangunan itu memang pembangunan itu perlu dilaksanakan , jangan sampai stop, kalau stop dampaknya ekonomi pasti jelas, “ katanya.

Baca:  Ketika Pangdam II Sriwijaya Dapat Kejutan Ultah Dari Kapolda Sumsel

Apalagi saat ini menurut politisi Partai Demokrat ini, dari dampak covid-19 ini sudah 6 sampai 7 bulan sudah sangat kuat dampaknya.

“ Kalau tidak ditunjang dengan anggaran yang bisa menggerakkan perekonomian di daerah maka kriminal meningkat,” katanya.#osk