Ultimate magazine theme for WordPress.

IRT Dikeroyok Ibu dan Anak

BP/IST
Rusnita (48) terpaksa mendatangi SPKT Polrestabes Palembang karena menjadi korban penganiyaan. Dihadapan petugas dia mengaku dianiaya dua orang perempuan ibu dan anak berinisial PT dan LN ksehingga mengalami memar dan luka.

Palembang, BP

Rusnita (48) terpaksa mendatangi SPKT Polrestabes Palembang karena menjadi korban penganiyaan. Dihadapan petugas dia mengaku dianiaya dua orang perempuan ibu dan anak berinisial PT dan LN ksehingga mengalami memar dan luka.

“Saya dicakar dan dijambak anak sama ibunya,” kata Rusnita, Sabtu (19/9).

Menurut Rusnita, penganiayaan tersebut berawal saat ia ingin mendatangi suaminya di Dermaga 16 Ilir pada Sabtu pagi pukul 09.00.

Baca Juga:  Kinerja Pemprov Sumsel Masih Dalam 'Klasifikasi Biasa Biasa Saja'

Saat berada di dermaga, Rusnita mengaku bertemu PT dan ibunya LN. Tanpa basa basi, kedua orang tersebut lalu menyerangnya.

“Saya dikeroyok, dipukul sampai kepalak saya memar. Rambut saya ditarik-tarik,” katanya.

Rusnita mengaku, pemukulan yang dialaminya terkait dengan hubungan antara PT dan suaminya.

“PT itu pelakor, ia merebut suami saya dan bahkan pernah jalan berdua boncengan motor. Makanya saya mau jemput suami karena takutnya sedang bersama PT,” kata Rusnita.

Baca Juga:  Sengketa Pulau Kemaro, DPRD Sumsel Sarankan Pemkot Palembang Selesaikan Jalur Mediasi

Masih menurut Rusnita, PT bukannya merasa bersalah telah merebut suami orang. Ia malah melaporkan Rusnita kepada ibunya berinisial LN.

“Dia (PT) ngadu ke ibunya (LN). Dulu ibunya pernah marah-marah ke saya. ‘Ngapain anak saya dekat-dekat suami kamu yang kurus itu’? Tapi kenyataannya, anaknya malah mepet suami saya terus. Ya jelas saja saya tidak terima,” kata Rusnita.

Saat ia bertemu PT dan LN di Pasar 16 Ilir, adu mulut tak terhindarkan antara ketiga wanita ini.

Baca Juga:  “Terima Amplopnya, Laporkan ke Bawaslu”

“Setelah sempat ngomel-ngomel ibunya langsung mengeroyok saya,” kata Rusnita .

Sementara itu, Ka SPKT Polrestabes Palembang AKP Heri membenarkan adanya laporan penganiayaan yang dilakukan oleh dua perempuan anak dan ibu.

“Ya setiap laporan yang masuk pasti diterima dan ditindaklanjuti dengan menyertakan surat bukti visum dari dokter” katanya.#osk

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...