Dua Komisioner KPU Muratara Positip Covid-19, KPU Sumsel Prihatin

12

BP/DUDY OSKANDAR
Kelly Mariana

Palembang, BP

Dua komisioner KPU Musi Rawas Utara (Muratara), Sabtu (19/9) dinyatakan positif Covid-19. Kondisi itu disampaikan secara langsung ketua  KPU Muratara, Agus Mardianto setelah hasil swab mereka keluar.

Informasi dihimpun, dua komisioner KPU Muratara yang ditanyakan positif Covid-19. Diantaranya Agus Mardianto selaku ketua KPU Muratara dan Handoko selaku komisioner Divisi Hukum KPU Muratara.

Hal tersebut setelah Ketua KPU Sumatera Selatan (Sumsel)  Kelly Mariana mempublish  di Group What Apps KPU Sumsel kepada kalangan media , Sabtu (19/9)  yang berbunyi:

Salam wa shalawat.

Para pimpinan dan teman di Sumsel.

Berdasarkan hasil swab kami yang keluar hari ini. Saya (Agus M) dan Handoko serta 6 staf KPU dinyatakan positif Covid-2019.

Mohon maaf apa bila ada yg sempat kontak dengan kami saat Rakor hari kamis lalu.

Saat ikut diacara kemarin saya selalu menseterilkan tangan dg Hand sanitezeir.

Mohon doanya kami sedang menjalani isolasi mandiri. Mohon maaf apabila informasi ini membuat teman sedikit terganggu……..

Baca:  31 Calon Anggota KPU Sumsel Jalani Tes Kejiwaan

 

Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana, mengaku sangat prihatin dengan apa yang menimpa rekannya penyelenggara di KPU Muratara

“Kami sudah berkomunikasi langsung dengan mereka dan semua dalam keadaan sehat wal afiat tanpa ada gejala. Karena kami baru saja melaksanakan rakor dengan KPU 7 kabupaten yang pilkada hari Kamis kemarin, kami sudah menghimbau semua yang hadir pada acara rakor untuk setidaknya segera melakukan rapid test untuk keamanan kesehatan mereka dan lingkungan mereka bekerja dan keluarga,” kata Kelly, Sabtu (19/9).

Secara informal menurut Kelly KPU Sumsel sudah menginstruksikan kepada KPU Muratara untuk  melakukan sterilisasi kantor selama 3 hari dimana sebelumnya harus dilakukan penyemprotan desinfektan.

Sampai saat ini KPU  Sumsel sedang melakukan koordinasi dan konsultasi dengan KPU RI terkait tahapan pilkada yang sedang dan akan berlangsung beberapa hari kedepan seperti penetapan pasangan calon dan pengundian no urut.

“Saya menghimbau untuk  semua penyelenggara pemilu di Sumsel semua tingkat untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan dan penyebaran covid 19 dengan memakai APD yang disesuaikab. Mohon doanya biar kami semua penyelenggara pemilu di Sumsel sehat dan selamat dalam penyelenggaraan pemilihan serentak 2020 di Sumsel,” katanya.

Baca:  Polda Sumsel Distribusikan Beras Dan Obat Secara Serentak

Pengamat politik Sumsel Bagindo Togar BB mengaku prihatin apa yang dialami Ketua KPU Muratara .

“Yang urgent dipertanyakan penularan terhadap  komisioner tersebut bersumber dari transimisi lokal atau dari perjalanan luar daerah Kabupaten Muratara, Mura ataupun Kota Lubuk Linggau. Sepantasnya segera dilakukan tracking  multiarea dan lockdown di Kantor KPUD Muratara hingga 14 hari kedepan,” katanya.

Tentu saja hal ini menurutnya sangat mengganggu rytme kerja KPUD Muratara yang tengah mempersiapkan  jadwal dan juga tatanan persiapan maupun tahapan pelaksanaan Pilkada serentak di wilayah itu.

“Dalan hal ini, KPUD Provinsi dituntut untuk segera melakukan upaya pedampingan juga memback up manajemen organisasi penyelenggaraan pemilukada di Kabupaten Muratara ini, karena jumlah Komisioner KPUD  hanya 5 per Kabupaten, jelas sangat mempengaruhi kinerja kelembagaan. Disisi lain, kasus ini merepresentasikan bahwa para anggota KPUD masih tergolong rentan kondisi kesehatan ataupun imunitas fisiknya, bisa saja mungkin belum konsisten disiplin dalam mematuhi terhadap protokol kesehatan,” katanya.

Baca:  Doa Bersama Untuk Pemilukada Sehat, Aman, Damai, Kondusif Digelar Polda Sumsel

Bagaimana pula kelak menurutnya dengan para petugas pemilihan hingga diTPS, para saksi dan pemilih ? Semua pihak telah bersepakat kuat, tak ingin persiapan, event plus lokasi pilkada serentak menjadi klaster baru wabah penyakit berbahaya ini.

“Saatnya KPU serta stakeholder lainnya, melakukan reevaluasi semua persiapan tahapan pelaksanaan pilkada serentak yang telah dirancang. Tidak sekedar penerapan protokol.kesehatan standar, tapi cermati dengan detail juga seksama faktor phisikis dan non phisikis lainnya, karena keselamatan nyawa warga jauh lebih berharga ketimbang ” aksi kontribusi suara” bagi paslon kepala daerah yang belum dijamin akan ber amanah,” katanya.#osk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Poto: Juru bicara covid-19 Wiku Adisasmito